Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Bakom RI)

Politik

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 11:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia bakal kembali kedatangan investasi dalam jumlah besar dalam beberapa pekan ke depan. 

"Dan ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Kamis, 17 September 2026. 

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan realisasi investasi hingga Juni 2026 telah mencapai Rp1.010 triliun. 


Angka tersebut, kata dia, menunjukkan aktivitas investasi tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Pada 2025, realisasi investasi disebut mencapai Rp1.931 triliun dan berkontribusi terhadap penciptaan 2,7 juta lapangan kerja, sementara hingga 2026 telah tercipta sekitar 1,4 juta lapangan kerja.

Prabowo menegaskan investasi tersebut merupakan aktivitas penanaman modal yang masuk ke Indonesia, bukan berasal dari program pemerintah. 

Dia menyebut keyakinannya didasarkan pada pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia yang melihat fundamental ekonomi Indonesia sebagai salah satu pertimbangan untuk berinvestasi.

"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," ujarnya.

Prabowo juga mengaitkan optimisme tersebut dengan sejumlah indikator makroekonomi Indonesia, termasuk tingkat inflasi, rasio utang, dan defisit yang masih berada di bawah batas 3 persen. 

Dikatakan bahwa inflasi Indonesia berada pada level 2,92 persen, sementara Filipina mencapai sekitar 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen.

"Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis," ujar Prabowo. 

Dia juga merujuk proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia dapat menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada 2050. 

"Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya