Berita

Diskusi publik bertajuk ‘DSI Jadi Pengawas atau Pedagang?’ di Pejaten Jakarta Selatan, Kamis, 17 September 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Bisnis

Peran DSI Tak Boleh Ganggu Ekosistem Pasar Komoditas

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 14:56 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam tata kelola komoditas strategis tidak boleh memperpanjang rantai niaga, meningkatkan biaya logistik, maupun mengganggu ekosistem usaha yang selama ini berjalan.

Anggota Komisi VI DPR Ahmad Labib mengatakan, pembentukan DSI pada dasarnya berkaitan dengan upaya pemerintah menutup celah kebocoran devisa hasil sumber daya alam (SDA). Namun, pelaksanaan mandat tersebut harus tetap menjaga iklim investasi dan kepastian berusaha bagi pelaku usaha.

“DSI tidak boleh merusak iklim investasi serta ekosistem pasar yang sudah menyerap jutaan tenaga kerja,” kata Ahmad Labib dalam diskusi publik 'DSI Jadi Pengawas atau Pedagang?' di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.


Menurut Labib, persoalan tata kelola komoditas strategis tidak cukup diselesaikan dengan membentuk institusi baru. Efektivitas sistem yang sudah ada, sinkronisasi regulasi, serta koordinasi antar kementerian dan lembaga juga harus menjadi perhatian.

Ia menilai masih terdapat persoalan ketidaksinkronan regulasi dan penegakan hukum di antara kementerian/lembaga yang memiliki kewenangan dalam rantai perdagangan komoditas strategis.

“Komisi VI DPR akan segera menginisiasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) konsolidatif dengan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan dalam ‘satu meja’," kata Labib.

Labib mengaku ingin memastikan sistem yang sudah ada diefektifkan, standar operasional prosedur (SOP) diselaraskan, dan regulasi yang tumpang tindih segera dibenahi.

Menurut dia, langkah konsolidasi diperlukan agar DSI tidak bekerja dalam ruang kelembagaan yang tumpang tindih dengan kementerian maupun lembaga lain. Dengan begitu, tujuan memperkuat penerimaan negara tidak menimbulkan biaya baru bagi dunia usaha.

Labib menegaskan bahwa DPR juga akan mengawal agar regulasi operasional DSI tidak bias kepentingan. Menurutnya, kebijakan pengelolaan SDA harus memberikan manfaat maksimal bagi negara sekaligus memberikan kepastian kepada sektor swasta.

“Di saat yang sama, iklim usaha swasta harus tetap terlindungi secara adil (fair). Melalui integrasi data yang solid, negara berdaulat atas sumber dayanya, dan pelaku usaha mendapatkan kepastian berusaha yang transparan dan efisien,” pungkas Labib.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya