Berita

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) MPR RI bertema Perspektif dan Masukan Pemangku Kebijakan tentang Pentingnya Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan (PPIB) di Ruang Delegasi, Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta. (Foto: RMOL)

Politik

Jumhur Dorong RUU PPIB Pastikan Manfaat Ekonomi Dirasakan Masyarakat

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 14:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan (RUU PPIB) segera dimulai di parlemen. RUU tersebut disiapkan untuk memastikan upaya pengendalian perubahan iklim tidak hanya berorientasi pada penurunan emisi, tetapi juga memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengatakan, penambahan frasa "yang berkeadilan" dalam RUU PPIB menjadi penting agar kebijakan perubahan iklim tidak mengabaikan masyarakat rentan dan masyarakat adat.

Hal itu disampaikan Jumhur dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) MPR RI bertema Perspektif dan Masukan Pemangku Kebijakan tentang Pentingnya Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan (PPIB) di Ruang Delegasi, Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.


Jumhur menjelaskan, sejak awal pembahasan, pihaknya mendorong agar aspek keadilan menjadi bagian dari substansi pengaturan perubahan iklim. Menurutnya, kebijakan perubahan iklim tidak cukup hanya mengatur pengurangan emisi tanpa memastikan perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang terdampak.

"Kalau sekadar perubahan iklim itu bisa ke mana saja larinya dan kita enggak pernah memastikan ada keadilan buat masyarakat, khususnya masyarakat yang rentan, masyarakat adat dan sebagainya," ujar Jumhur.

Ia mengatakan, substansi RUU PPIB kini terus digali melalui pembahasan dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Jumhur menegaskan, upaya menurunkan emisi tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha dan masyarakat juga perlu dilibatkan dalam berbagai aksi pengendalian perubahan iklim.

Namun, ia mengingatkan agar peluang ekonomi yang muncul dari upaya pengurangan emisi tidak hanya dinikmati investor atau pengembang. Manfaat ekonomi tersebut harus dapat dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

"Jangan sampai ketika kita punya niat baik menurunkan emisi dan ada nilai ekonomis dalam upaya itu, kemudian nilai ekonomi itu hanya menjadi milik para developer, para investor, dan kita lupa bahwa mandat menjadi pemimpin itu meningkatkan rakyatnya," tegasnya.

Menurut Jumhur, pengalaman pembangunan berbasis eksploitasi sumber daya, termasuk energi fosil dan hutan, turut menciptakan ketimpangan. Karena itu, transisi menuju pembangunan yang lebih menghormati lingkungan harus sekaligus memastikan adanya pembagian manfaat yang adil.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya