Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Dua saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie kembali menjadi perhatian di pasar saham pada perdagangan Kamis, 17 September 2026.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sama-sama aktif diperdagangkan, meski dengan skala transaksi dan karakter pergerakan yang berbeda.
Hingga perdagangan siang, saham BUMI berada di level Rp202 per saham. Harga tersebut masih sama dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Pantauan RMOL berdasar data bursa, sepanjang sesi berjalan, BUMI bergerak di rentang Rp196 hingga Rp206. Dengan posisi terakhir Rp202, saham emiten tambang batu bara tersebut berada di tengah kisaran pergerakannya setelah sempat menyentuh level terendah Rp196.
Aktivitas perdagangan BUMI terbilang sangat ramai. Hingga pukul 12.27 WIB, volume transaksi mencapai 2,39 miliar saham dengan nilai sekitar Rp478,49 miliar yang berasal dari 34.564 kali transaksi.
Sehari sebelumnya, BUMI ditutup pada level Rp202 setelah bergerak pada rentang Rp200-Rp210. Pada perdagangan 16 September, volume transaksi mencapai 2,45 miliar saham dengan nilai sekitar Rp502,5 miliar melalui 35.862 transaksi.
Sementara itu, saham BRMS juga bertahan di level penutupan sebelumnya. Pada pukul 12.36 WIB, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk tercatat berada di Rp730 per saham, sama dengan posisi penutupan pada perdagangan Rabu 16 September 2026.
Namun, ruang gerak BRMS pada sesi Kamis cukup lebar. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp740 dan terendah Rp715 sebelum kembali ke Rp730.
Hingga siang, BRMS telah diperdagangkan sebanyak 135,48 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp98,53 miliar melalui 10.918 kali transaksi.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, BRMS dibuka di Rp735, sempat mencapai Rp750 dan menyentuh Rp725, sebelum ditutup pada Rp730. Volume perdagangan saat itu jauh lebih besar, mencapai 416,32 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp307,46 miliar melalui 28.610 transaksi.
Jika dibandingkan, perbedaan paling mencolok antara BUMI dan BRMS terlihat pada intensitas perdagangan.
Hingga sesi siang, volume BUMI mencapai 2,39 miliar saham, atau sekitar 17,7 kali lipat dibandingkan volume BRMS yang mencapai 135,48 juta saham.
Dari sisi nilai transaksi, BUMI juga unggul jauh dengan sekitar Rp478,49 miliar, sedangkan BRMS mencapai Rp98,53 miliar.
Meski demikian, kedua saham sama-sama berada pada level penutupan sebelumnya. BUMI bertahan di Rp202, sementara BRMS bertahan di Rp730.
Keduanya juga memiliki karakter bisnis yang berbeda meski sama-sama terkait dengan Grup Bakrie. BUMI merupakan perusahaan pertambangan batu bara, sedangkan BRMS bergerak di bidang pertambangan mineral dengan fokus antara lain pada emas.
Hubungan keduanya juga tidak sekadar berada dalam kelompok usaha yang sama.
Dalam laporan keuangan BUMI per 30 Juni 2025, BUMI tercatat memiliki sekitar 20,09 persen saham BRMS.