Berita

Ilustrasi SPBU Pertamina di Makassar, Sulawesi Selatan.(Dok. Pertamina Patra Niaga)

Politik

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 10:05 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM subsidi di sejumlah SPBU Makassar terjadi bukan karena kelangkaan pasokan. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut antrean dipicu peralihan masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi serta dugaan penyalahgunaan oleh kendaraan bertangki modifikasi.

Bahlil memastikan cadangan BBM nasional masih berada di atas standar minimum, yakni sekitar 20 hari. Karena itu, ia mempertanyakan alasan terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU.


“Masalahnya sekarang, adalah banyak orang awalnya tidak memakai subsidi, kemudian shifting ke subsidi, ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar,” ujar Bahlil di Jakarta, dikutip Selasa, 15 September 2026. 

“Aku sudah cek, apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak logic masa terjadi antre?” sambungnya.

Menurut Bahlil, peralihan atau shifting tersebut terjadi karena terdapat perbedaan harga yang tinggi antara BBM nonsubsidi dan BBM subsidi.

Namun, ia menyebut antrean di Makassar tidak hanya dipicu pergeseran konsumen. Bahlil menemukan dugaan kendaraan yang telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar untuk mengisi BBM subsidi dalam jumlah banyak.

“Dan ternyata Bapak, Ibu semua, saya minta tolong kerja sama sama Kepolisian, itu adalah ada sebagian shifting, tapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk, bikin tangki gede, besar, sampai 700 liter 1 ton, isi minyak di situ,” kata Bahlil.

Ia pun meminta dukungan Kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan tersebut. Menurut Bahlil, kondisi itu turut memperparah antrean kendaraan di SPBU.

“Dalam hati saya ini bagaimana model begini? Kalau begini, mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan seperti ini. Ini yang terjadi, Bos,” tambahnya.

Bahlil juga mengungkap adanya indikasi antrean yang sengaja dibuat. Ia menyebut terdapat kendaraan yang mengantre meski tangki BBM-nya belum dalam kondisi kosong.

“Bahkan ada beberapa indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre. Isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter,” katanya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya