Berita

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti (Foto: RMOL)

Nusantara

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 11:37 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan tiga kategori sekolah yang menjadi prioritas revitalisasi pada 2026.

Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan prioritas pertama diberikan kepada sekolah yang terdampak bencana, khususnya bencana alam. Prioritas berikutnya adalah sekolah yang mengalami kerusakan berat.

"Kemudian, sekolah yang ada di daerah 3 T (Tertinggal, Terluar, Terdepan)," kata Abdul Mu'ti kepada wartawan, Jumat malam, 11 September 2026.


Untuk pembangunan tahun ini, Kemendikdasmen telah memulai pembangunan di 11.744 satuan pendidikan. Sebagian di antaranya telah rampung, dengan jumlah sekolah yang selesai dibangun mencapai lebih dari 1.000 satuan pendidikan.

"Itu sudah mulai kita bangun, beberapa sudah selesai, yang sudah selesai sudah di atas 1.000 yang sudah selesai," kata Mu'ti.

Selain pembangunan, Kemendikdasmen juga merencanakan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menerapkan sistem swakelola dengan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat sekitar dalam proses pengawasan.

"Dengan sistem swakelola itu, ada lima hal yang kami nilai sangat positif berdasarkan pengalaman tahun lalu. Pertama, itu lebih efisien. Jadi biayanya lebih murah karena dikerjakan sendiri oleh sekolah. Yang kedua, pekerjaannya lebih bagus karena mereka mengerjakan sendiri, jadi mereka melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya. Kemudian yang ketiga itu menghasilkan, apa, punya dampak terhadap ekonomi karena yang bekerja masyarakat setempat," kata Mu'ti.

"Keempat itu juga ikut menggerakkan ekonomi karena material untuk pembangunan dikerjakan di daerah itu sehingga mereka belanja juga dari daerah setempat. Kemudian yang kelima, itu banyak yang sekolah-sekolah itu juga mendapatkan dukungan dari swadaya masyarakat," sambung Mu'ti.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya