Berita

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. (Foto: YouTube BNPB)

Nusantara

Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau

Sebaran Abu Vulkanik Mengarah ke Lampung dan DKI Berangsur Kondusif

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 19:52 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa sebaran abu vulkanik pascaerupsi Gunung Anak Krakatau cenderung bergerak ke arah Samudera Hindia per Selasa, 8 September 2026.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan bila kondisi tersebut membuat wilayah Lampung, Banten, Jawa, Barat hingga DKI Jakarta kini lebih kondusif dari sebaran abu.

Secara teknis, arah sebaran abu mengikuti arah angin yang saat ini bergerak ke barat dan berdasarkan analisis citra satelit, kecepatan angin di sekitar Gunung Anak Krakatau mencapai 15 knot.


"Kalau kita lihat signifikan meteorologinya, bahwa saat ini abu vulkanik tersebut lebih cenderung mengarah ke Samudera Hindia. Dari informasi tersebut, kita dapat tahu bahwa sekarang ini keadaan di Lampung dan Jawa Barat maupun Banten, DKI termasuk di dalamnya, lebih kondusif dari abu vulkanik," kata Berton kepada wartawan.

Meski kondisi sebaran abu sudah lebih kondusif, Berton ttetap mengingatkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. 

Itu sebabnya, masyarakat ataupun wisatawan tetap dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer.

Di sisi lain  BNPB terus melakukan operasi untuk menangani dampak abu vulkanik dan polutan di udara dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui metode cloud seeding atau penyemaian awan.

Operasi tersebut dilakukan dengan menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan cara menggunakan pesawat untuk menyebarkan sekitar 650 liter air yang dicampur dengan 350 kilogram kalsium klorida (CaCl2).


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya