Berita

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 17:57 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kebutuhan mendesak untuk meningkatkan investasi dan lifting migas menjadi alasan DPR mendorong pembentukan Badan Usaha Khusus Minyak dan Gas Bumi (BUK Migas) yang lebih profesional dan gesit.

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari mengatakan BUK Migas nantinya diharapkan mampu menjalankan peran secara profesional tanpa membutuhkan regulator lain, mengingat badan tersebut bertindak untuk dan atas nama negara.

“Saya melihat bahwa memang badan usaha khusus dalam hal minyak dan gas bumi ini sebaiknya memang dikelola secara profesional,” kata Juwita di kompleks Parlemen, Selasa, 8 September 2026. 


Menurutnya, kebutuhan mempercepat investasi dan meningkatkan lifting migas menjadi hal yang mendesak dalam waktu dekat. Namun, Juwita meminta agar skema BUK Migas masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

“Kalau melihat urgensi dari kebutuhan investasi minyak dan gas bumi hari ini, dan tuntutan lifting migas kita hari ini memang harus secepatnya sih,” ujarnya.

Meski demikian, Juwita menegaskan skema BUK Migas, termasuk kemungkinan Pertamina menjadi badan tersebut, belum diputuskan dan masih dalam pembahasan DPR.

“Belum, tentu belum. Itu masih kita diskusi,” tegas dia.

Juwita mengatakan BUK Migas diharapkan menjadi badan yang lebih gesit dan mampu menjalankan investasi secara komprehensif, baik untuk operasional di sektor hulu maupun hilir migas.

“Sepertinya begitu. Kalau misalnya kita berharap ini akan menjadi sebuah badan yang lebih gesit, supaya dia juga bisa lebih komprehensif dalam melaksanakan investasi untuk operasional di pelaksanaan hulu dan hilir migas,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya