Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Iran Ancam Terapkan Zona Eksklusi Maritim di Teluk Persia

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 15:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran kembali meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat (AS) di tengah perang yang memasuki bulan keenam. 

Teheran mengancam akan menerapkan zona eksklusi maritim baru di Teluk Persia, sekaligus menyiapkan peta koridor pelayaran baru melalui Selat Hormuz.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan zona terbatas tersebut akan dimulai dari titik dimulainya blokade AS terhadap Iran dan meluas ke sejumlah wilayah di Teluk Persia. 


Setiap kapal yang memasuki kawasan tersebut disebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi Iran.

"Dalam beberapa hari terakhir, Washington telah menerima peringatan yang jelas dari rudal-rudal baru Iran. Perang ekonomi akan dibalas dengan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga perimeter blokade. Postur operasional terhadap kapal perang dan pangkalan AS telah dikalibrasi ulang secara mendasar," kata Rezaei dalam unggahan di media sosial, Selasa, 8 September 2026. 

Pernyataan itu diduga merujuk pada rudal balistik Qassem Basir yang diklaim Iran telah ditembakkan ke arah kapal perang AS di sekitar Selat Hormuz. 

Iran menyebut rudal tersebut memiliki kemampuan manuver dan sistem pemandu yang lebih baik untuk menghadapi sistem pertahanan rudal maupun peperangan elektronik. Namun, militer AS menyatakan kapal perangnya berhasil menghindari serangan tersebut.

Selain zona eksklusi, Iran juga berencana mengumumkan koridor pelayaran baru melalui Selat Hormuz. Koridor itu disebut telah disepakati bersama Oman dan akan berada di bawah pengelolaan Iran.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya