Berita

Ilustrasi Peta Sebaran Abu Vulkanik (Sumber: Instagram/infobmkg)

Nusantara

Cek Wilayah yang Masih Terdampak Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 14:51 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis perkembangan terbaru sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Selasa (8/9/2026) siang. Sebaran abu vulkanik dari gunung di Selat Sunda ini terpantau menyebar ke sejumlah wilayah.

Dalam pembaruan terbaru, BMKG tidak lagi mencantumkan Jakarta sebagai wilayah yang terdampak arah sebaran abu vulkanik. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik terpantau pada ketinggian dan arah pergerakan tertentu.

Mengutip akun Instagram BMKG. @infobmkg, citra RGB Himawari-9 pada 8 September 2026 pukul 12.00 WIB menunjukkan sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer bergerak ke arah selatan-barat. Sebaran tersebut terpantau mencakup sebagian wilayah Banten bagian barat daya dan Samudera Hindia di sebelah barat Banten.


Pada peta BMKG, hasil analisis sebaran abu vulkanik ditampilkan dengan warna merah dan ditandai menggunakan poligon berwarna kuning. BMKG menjelaskan bahwa produk citra sebaran abu vulkanik dibuat berdasarkan informasi mengenai aktivitas gunung berapi yang diterima dari VAAC Darwin.

Analisis tersebut dilakukan dengan mengacu pada informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.

Update Erupsi Gunung Anak Krakatau

Di tengah pemantauan sebaran abu vulkanik, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) pukul 05.08 WIB. Berdasarkan informasi pada laman Magma Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami tiga kali erupsi pada pagi hari tersebut.

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik, namun kolom abu tidak teramati. Selanjutnya Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada pukul 05.34 WIB, namun visual kembali tidak teramati.

Erupsi kedua tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dan berlangsung selama 10 detik. Sementara erupsi ketiga terjadi sekitar dua jam kemudian, yakni pada pukul 07.49 WIB.

Erupsi ketiga tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya