Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Public Expose

Internet Rakyat Menggeliat, TOWR Siap Panen Peluang

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 13:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan infrastruktur telekomunikasi Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), melihat peluang pertumbuhan bisnis dari pengembangan layanan Internet Rakyat (IRA) berbasis Fixed Wireless Access (FWA) 5G pada frekuensi 1,4 GHz.

Layanan internet berbiaya terjangkau tersebut dinilai dapat mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi, terutama menara dan jaringan fiber optik yang menjadi bagian utama bisnis TOWR.

Direktur TOWR Indra Gunawan mengatakan, penerapan FWA membutuhkan dukungan jaringan fiber optik sebagai backbone maupun transmisi. Kondisi ini menjadi peluang bagi perseroan yang memiliki jaringan menara sekaligus fiber optik.


“Fixed Wireless Access yang diberikan pemerintah, baik kepada Surge (WIFI) maupun para merek lainnya, itu mengharuskan mereka menggunakan fiber optik sebagai backbone-nya, sebagai transmisinya. Menjadi kelebihan kita juga karena kita memiliki tower dan memiliki fiber,” papar Indra dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, perluasan FWA juga berpotensi meningkatkan penetrasi internet di Indonesia. Dengan semakin luasnya akses, kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung diperkirakan ikut bertambah.

“Semoga mereka juga bisa melakukan penetrasi yang positif. Sehingga akan memberikan benefit kepada kita semua, baik kepada TOWR maupun masyarakat. Jadi, kita melihat masih banyak room to growth konteksnya industri ini,” ujarnya.

Program Internet Rakyat sendiri merupakan program pemerintah yang dioperasikan PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Selain FWA, TOWR melihat prospek lain dari pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi. Menurut Indra, kedua perkembangan tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap menara telekomunikasi dan jaringan kabel optik perseroan.

Saat ini, TOWR memiliki sekitar 36.892 menara dan jaringan kabel optik sepanjang 182.559 kilometer. Perseroan juga memiliki infrastruktur pendukung berupa VSAT dan kabel bawah laut.

Jumlah tenant pada menara TOWR tercatat mencapai 61.038 dengan tenancy ratio sebesar 1,65 kali. Di sisi jaringan, perseroan menyediakan layanan Fiber-to-the-Tower dan Fiber-to-the-Home dengan sekitar 1,86 juta homepass.

TOWR juga menyediakan solusi konektivitas dengan 28.153 aktivasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi kinerja, perseroan membukukan pendapatan operasional konsolidasi Rp7,2 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 12,7 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA tercatat Rp5,58 triliun, meningkat 4,8 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih setelah kepentingan minoritas mencapai Rp1,86 triliun, tumbuh 12,4 persen secara tahunan.

TOWR juga mengantongi pendapatan kontraktual jangka panjang lebih dari Rp100 triliun hingga 2045. Nilai tersebut setara sekitar sembilan kali pendapatan perseroan pada 2025.

Di tengah ekspansi bisnis, perseroan tetap mempertahankan disiplin permodalan dan fleksibilitas keuangan. TOWR menjaga rasio utang bersih terhadap EBITDA di bawah empat kali, dengan biaya bunga sekitar 5,55 persen sepanjang 2026.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya