Berita

Ilustrasi (Foto; Kemenhaj)

Nusantara

Erupsi Anak Krakatau Tahan Ribuan Jemaah Umrah, Kemenhaj Perkuat Mitigasi

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 12:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang melumpuhkan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta turut berdampak pada mobilitas ribuan jemaah umrah. 

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memantau situasi serta berkoordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menjamin pelindungan bagi jemaah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mencatat bahwa pada Senin 7 September 2026, terdapat 55 rencana penerbangan internasional dan umrah yang melayani sekitar 13.549 pergerakan penumpang, di mana 3.450 orang di antaranya merupakan jemaah umrah. 


Angka tersebut terbagi atas 28 penerbangan keberangkatan (1.859 jemaah) dan 27 penerbangan kedatangan (1.591 jemaah).

Kendati demikian, sebaran abu vulkanik membuat sebagian besar jadwal penerbangan maskapai utama, seperti Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air, berstatus tertahan atau HOLD

"Namun, akibat paparan abu vulkanik, sebagian besar jadwal penerbangan dengan maskapai utama seperti Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air, tercatat dalam status tertahan atau HOLD," terang Puji di Jakarta, dikutip Selasa 8 September 2026. 

Kondisi ini memperparah penurunan operasional yang telah terjadi sejak Minggu 6 September 2026,  di mana realisasi penerbangan umrah hanya mencatat 2 keberangkatan tanpa kedatangan dengan total 749 penumpang (449 jemaah umrah). 

Secara kumulatif sejak 1 Juli hingga 6 September 2026, layanan umrah di Terminal 2F dan 3 Bandara Soekarno-Hatta sebenarnya telah mencatatkan mobilitas masif sebanyak 1.538 penerbangan dengan total 180.726 jemaah umrah dari 486.629 total penumpang internasional.

Menghadapi kondisi force majeure ini, Kemenhaj menginstruksikan seluruh PPIU dan asosiasi travel agar transparan memberikan informasi kepada jemaah dan keluarga. Penyelenggara juga diminta aktif mendampingi jemaah yang terdampak di lapangan.

"Kita mengimbau pihak PPIU untuk memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah yang tertahan di bandara, serta menahan keberangkatan jemaah dari daerah asal menuju bandara hingga otoritas resmi mengumumkan pembukaan kembali ruang udara," tegas Puji.

Di samping itu, Kemenhaj bersama maskapai memastikan hak penjadwalan ulang (reschedule) atau rute alternatif diproses tanpa membebani jemaah, sembari menyiagakan posko layanan informasi di terminal bandara untuk memantau perkembangan situasi secara berkala.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya