Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Purbaya Klaim Rp800 Miliar per Tahun Cukup untuk Bayar Utang Whoosh

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 12:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pemerintah mampu menyelesaikan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh. 

Keyakinan itu disampaikan seiring rencana pengalihan pengelolaan proyek dari Danantara kepada Kementerian Keuangan pada 15 September 2026 mendatang.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak perlu mencari investor baru untuk membayar utang tersebut. Menurutnya, sumber dana sudah tersedia melalui badan layanan umum (BLU) atau special mission vehicle (SMV) yang berada di bawah Kementerian Keuangan.


“Nggak, sudah ada uangnya. Sudah ada juga. Kan kalau SMV. let's say satu perusahaan SMV aja, keuntungannya berapa sekarang? 3 triliun, 4 triliun setahun. Ditambah dengan operasionalnya sendiri, mungkin dapat 800 miliar keuntungannya,” kata Purbaya dalam sebuah pernyataan di Istana Merdeka, dikutip Selasa, 8 September 2026.

Dengan keuntungan sekitar Rp800 miliar per tahun tersebut, Purbaya menilai kemampuan pembayaran utang Whoosh cukup memadai. 

Meski demikian, pemerintah masih akan melakukan penghitungan lebih lanjut terkait besaran kewajiban yang harus diselesaikan.

“Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang. Nanti kita hitung. Yang jelas kami nggak bayar... kami nggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini,” tegasnya.

Kementerian Keuangan akan mengambil alih 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium BUMN yang selama ini menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). 

Konsorsium tersebut terdiri dari WIKA, PT KAI, Jasa Marga dan PTPN III. Sementara itu, 40 persen saham yang dimiliki konsorsium perusahaan China tetap tidak berubah dan PSBI juga tidak akan dibubarkan.

Pengalihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menangani beban utang proyek Whoosh yang selama ini menjadi persoalan bagi konsorsium BUMN, terutama PT KAI sebagai pemimpin konsorsium PSBI. 

Dalam skema baru tersebut, kewajiban pembayaran akan ditangani melalui SMV di bawah Kemenkeu, bukan melalui pembayaran kepada Danantara pada saat proses pengalihan.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya