Berita

Rupiah. (Shutterstock)

Bisnis

Rupiah Berpotensi Tertekan, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Erupsi Anak Krakatau

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi, 8 September 2026.

Mengacu data Bloomberg, hingga pukul 09.35 WIB, Rupiah berada di level Rp17.615 per Dolar AS. Posisi ini menguat tipis 25 poin atau 0,14 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan Dolar AS turut dipengaruhi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.


Militer AS menyatakan telah menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada hari Sabtu setelah pasukan Iran menargetkan kapal-kapal Angkatan Laut AS dengan rudal balistik. 

Iran kemudian menyatakan telah menyerang sebuah pesawat nirawak (drone) angkatan laut AS dan memperingatkan bahwa serangan lanjutan dari AS akan memicu respons yang lebih keras.

Pejabat tinggi keamanan Iran mengatakan Teheran akan menetapkan zona maritim terbatas yang baru di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, di mana kapal-kapal yang memasuki wilayah tersebut berpotensi menghadapi sanksi.

“Eskalasi ini memicu kekhawatiran bahwa pelayaran komersial dan arus energi yang melewati Hormuz dapat menghadapi gangguan lebih lanjut. Sekitar seperlima dari konsumsi minyak global biasanya melewati selat tersebut,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Berdasarkan data dari perusahaan analitik Kpler, lalu lintas pelayaran telah turun menjadi sekitar 10 kapal pengangkut komoditas per hari tingkat terendah sejak Mei akibat meningkatnya risiko keamanan yang dihadapi para operator.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menilai pekan ini menjadi ujian bagi fleksibilitas kebijakan moneter Indonesia. 

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bukan hanya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan stimulus moneter tidak berujung pada volatilitas Rupiah dan arus keluar modal asing.

“Kekhawatiran pasar masih membayangi terkait bencana alam, termasuk Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam, 4 September hingga akhir pekan kemarin memang menimbulkan dampak yang sangat masif di sektor penerbangan dan aktivitas masyarakat,” jelasnya

Mengutip data dari Kementerian Perhubungan, sebaran abu vulkanik telah menyebabkan penundaan dan pembatalan lebih dari 1.500 jadwal penerbangan di setidaknya delapan bandara, dengan sekitar 170.000 penumpang tertahan di berbagai lokasi.

Bencana alam yang terjadi secara serempak, termasuk pembakaran lahan gambut yang terjadi di Kalimantan dan sebagian wilayah Sumatra serta mengeringnya Sungai Barito membuat transportasi Batubara terhenti.

“Hal ini turut menambah kompleksitas risiko ekonomi domestik dengan terbatasnya aktivitas transportasi dan menciptakan risiko terganggunya rantai pasok,” tuturnya.

Menurut Ibrahim, pelaku pasar akan mencermati penanganan bencana sambil terus menghitung potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi, terutama jika gangguan transportasi dan dibatasinya aktivitas luar rumah berlangsung lebih lama. 

“Selain itu, pasar juga tetap berhati-hati menjelang rilis data domestik penting pekan ini, terutama data cadangan devisa bulan Agustus, sentimen konsumen, dan penjualan ritel bulan Juli,” pungkasnya.

Ia memprediksi mata uang Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.640 - Rp17.680 per Dolar AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya