Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Public Expose

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT United Tractors Tbk (UNTR) memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor emas melalui pemulihan produksi Tambang Emas Martabe dan pengembangan Tambang Doup milik PT Arafura Surya Alam (ASA).

Presiden Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro mengatakan bisnis mineral, khususnya emas, menjadi salah satu strategi perseroan untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara yang menghadapi tantangan permintaan.

Operasional Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources telah kembali berjalan sejak akhir Mei 2026 setelah sempat berhenti sekitar lima bulan. UNTR menargetkan produksi dan penjualan emas sekitar 65.000 ons sepanjang 2026.


“Untuk 2026, kami berharap bisa terus memproduksi dan menjual emas. Perkiraan kami mungkin sekitar 65.000 ons untuk 2026,” ujar Iwan dalam Public Expose Live 2026, dikutip Selasa 8 September 2026.

Hingga Juli 2026, penjualan setara emas UNTR baru mencapai sekitar 32.000 ons, jauh di bawah 143.000 ons pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama dipicu penghentian sementara operasional Martabe.

Selain mengandalkan Martabe, UNTR menyiapkan sumber produksi baru melalui ASA. Perseroan mengakuisisi 100 persen saham ASA pada Februari 2026. ASA memiliki IUP-OP Tambang Doup di Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, dengan luas sekitar 4.000 hektare.

Pengembangan Doup akan dilakukan bertahap hingga 2028, termasuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas pengolahan. UNTR menargetkan tambang tersebut mulai berproduksi pada 2029.

“Fokus kami sampai 2028 adalah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan processing plant di ASA. Kami harapkan tambang ini mulai berproduksi, menghasilkan, dan menjual emas pada 2029,” kata Iwan.

Ekspansi emas dilakukan saat kinerja UNTR masih tertekan. Pada semester I 2026, pendapatan perseroan turun 15 persen secara tahunan menjadi Rp58,28 triliun, sementara laba bersih sebelum pos non-recurring turun 48 persen menjadi Rp4,3 triliun.

Tekanan terutama berasal dari penurunan penjualan alat berat dan produksi batu bara. Hingga Juli 2026, penjualan alat berat Komatsu turun 23 persen menjadi 2.393 unit, sedangkan volume penjualan batu bara turun 18 persen menjadi 6,5 juta ton.

Dengan pemulihan Martabe dan pengembangan ASA, UNTR menempatkan bisnis emas sebagai salah satu sumber pertumbuhan jangka panjang untuk mengimbangi tekanan pada bisnis alat berat dan batu bara.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya