Berita

Produk dari Nellava Group dan Emas Now.(Foto: Istimewa)

Hukum

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 06:50 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Nellava Group dan Emas Now menempuh jalur hukum terkait sejumlah konten dan aktivitas digital di media sosial serta platform ulasan daring yang dinilai perlu diklarifikasi dan diperiksa lebih lanjut.

Marketing Director Nellava Group Alif Fauzan menegaskan, laporan tersebut bukan berarti perusahaan telah menyimpulkan adanya pelanggaran yang dilakukan pihak tertentu. Seluruh bukti dan informasi pendukung akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

"Kami memilih jalur hukum karena kami percaya setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan bukti dan proses yang objektif, bukan melalui perdebatan di media sosial," kata Alif, melalui keterangannya, dikutip Selasa 8 September 2026.


Nellava Group dan Emas Now menyatakan tetap membuka ruang bagi konsumen untuk menyampaikan pengalaman, kritik, maupun pengaduan melalui kanal resmi perusahaan.

"Kritik konsumen merupakan bagian penting dari proses perusahaan untuk berkembang,"  kata Alif.

Menurut Alif, kritik yang disampaikan secara wajar merupakan bagian dari evaluasi bisnis. Namun, perusahaan menilai informasi atau aktivitas digital tertentu perlu dibedakan dari kritik konsumen karena kebenaran, konteks, maupun sumbernya masih harus diverifikasi.

Terlepas dari proses hukum yang tengah ditempuh, Nellava Group dan Emas Now memastikan operasional bisnis tetap berjalan. Perusahaan juga mengklaim terus memperkuat layanan, teknologi, dan ekosistem perdagangan logam mulia.

Berdasarkan data operasional yang dipublikasikan manajemen, Nellava Bullion telah mencatat lebih dari 17.000 pesanan emas dan perak, dengan lebih dari 13.280 successful deliveries. Angka tersebut terdiri dari lebih dari 1.280 pengiriman emas dan 12.000 pengiriman perak.

Nellava juga terus mengembangkan sejumlah fitur dan layanan, termasuk International Live Price, standar kemurnian 999.9, serta Nellava Market+ yang diarahkan untuk memperkuat transparansi dan mengikuti dinamika perdagangan logam mulia.

Sementara itu, Emas Now mengembangkan ekosistem perdagangan yang mengintegrasikan store, website, aplikasi, marketplace, dan CRM.

Melalui Emas Now SmartBuy, pelanggan dapat membeli emas secara digital dengan dukungan sistem verifikasi, pemantauan pesanan, pengiriman, hingga opsi pengambilan barang di store.

Platform marketplace Emas Now juga dilengkapi sejumlah fitur, seperti verifikasi pengguna, perlindungan pembayaran, pengaturan harga oleh penjual, chat dan negosiasi, pengiriman dengan asuransi, serta pelacakan pesanan.

Ekosistem tersebut diperluas melalui layanan Instant Cash, LIVE+, MAXI, dan LM+, yang memberikan pilihan bagi masyarakat untuk membeli, menjual, melakukan buyback, maupun melakukan transaksi logam mulia.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya