Berita

Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah. (Foto: Antara)

Politik

Ada Dinamika Geopolitik di Balik Pertemuan Xanana-Jokowi

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 02:48 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pertemuan antara Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo baru-baru ini menyedot perhatian publik.

Di balik gestur diplomatik yang terlihat hangat di permukaan, sebuah konstelasi persaingan daya tawar antara kekuatan global -- Beijing dan Washington -- ditengarai tengah berlangsung sengit di kawasan Asia Tenggara.

Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah mengungkapkan gestur diplomasi yang diperlihatkan para pimpinan kawasan tidak lepas dari pergeseran peta aliansi pascan Pemerintahan Jokowi dan transisi kepemimpinan nasional ke Presiden Prabowo Subianto.


Menurut Amir, ada korelasi historis dan geopolitik mendalam yang melingkupi pergerakan politik para aktor utama ini, baik di level domestik maupun internasional.

Amir menyoroti posisi geopolitik Timor Leste yang dinilai kian strategis sekaligus rawan akibat penetrasi ekonomi China. Di bawah kepemimpinan Presiden Tiongkok Xi Jinping, investasi Beijing di Timor Leste berkembang pesat, mencakup infrastruktur vital hingga sektor energi.

“Pengaruh Xi Jinping di Timor Leste saat ini sangat kuat, terutama melalui arus investasi mendalam,” kata Amir, dikutip Selasa 8 September 2026.

Menurut Amir, kedatangan Xanana Gusmao menemui Jokowi bisa dimaknai lebih dari sekadar diplomasi antartokoh. Analisis intelijen mengarah pada kemungkinan adanya penyampaian pesan politik tak resmi atau tawaran kerja sama investasi tertentu antara pihak Timor Leste dan jejaring bisnis-politik mantan presiden tersebut.

Lebih jauh, Amir menyinggung pergeseran dukungan politik global pasca-Pemilu. Pada masa lalu, hubungan bilateral era Jokowi erat dengan kemitraan strategis China. Namun, ketika rencana kepemimpinan Jokowi tidak berlanjut ke periode ketiga, terjadi penyesuaian dinamika.

“Ketika ada upaya dari kelompok tertentu untuk mencari dukungan atau balancing ke Amerika Serikat, ruang gerak itu terkunci oleh manuver diplomasi Prabowo Subianto yang sukses membangun hubungan dekat dan setara dengan Washington tanpa meninggalkan prinsip bebas-aktif,” pungkas Amir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya