Berita

Ilustrasi Gunung Api Berstatus Level III di Indonesia Hari Ini (Sumber: artificial intelligence)

Nusantara

6 Gunung Api Berstatus Level III di Indonesia Hari Ini, Ada Anak Krakatau hingga Merapi

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 19:36 WIB | OLEH: TIFANI

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam. Aktivitas erupsi gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga dirasakan pada sektor penerbangan. Sejumlah bandara terdampak abu vulkanik sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026) siang. Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.

Anak Krakatau bukan satu-satunya gunung api di Indonesia yang berada pada status tersebut. Berdasarkan pembaruan aktivitas gunung api dari Magma ESDM, terdapat 6 gunung api berstatus Level III atau Siaga di Indonesia.


Mengenal Status Level III atau Siaga

Melansir laman Magma ESDM, tingkat aktivitas gunung api di Indonesia terbagi menjadi empat level, yakni Level I atau Normal, Level II atau Waspada, Level III atau Siaga, dan Level IV atau Awas. Penetapan status tersebut didasarkan pada hasil pengamatan visual dan instrumental terhadap aktivitas serta kondisi gunung api.

Level III atau Siaga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang semakin nyata berdasarkan hasil pengamatan. Pada status ini, gunung api memiliki potensi mengalami erupsi sehingga masyarakat perlu memperhatikan rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang.

6 Gunung Api Berstatus Level III atau Siaga

Berdasarkan pembaruan aktivitas gunung api Magma ESDM per Minggu (6/9/2026), terdapat enam gunung api yang berstatus Level III atau Siaga. Berikut daftarnya:

1. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Gunung ini berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

Aktivitas vulkanik Anak Krakatau kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Erupsi menerus yang dimulai pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB berlangsung sekitar 25 jam.

Meski erupsi menerus tersebut telah berakhir, Badan Geologi memastikan status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III karena potensi terjadinya letusan susulan masih tinggi.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

2. Gunung Sinabung

Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Status gunung ini naik dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga pada 31 Agustus 2026 setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi yang menghasilkan kolom abu dengan ketinggian hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak. Aktivitas Gunung Sinabung terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik.

3. Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur juga masih berstatus Level III atau Siaga. Status tersebut telah berlaku sejak Januari 2026.

Aktivitas erupsi Gunung Semeru masih berlangsung. Pada Senin (7/9/2026) pukul 04.50 WIB, kembali tercatat erupsi. Namun, tinggi kolom abu tidak teramati secara visual.

Aktivitas erupsi tersebut tetap terekam melalui seismograf.

4. Gunung Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Nusa Tenggara Timur dan berstatus Level III atau Siaga sejak 12 Mei 2026. Aktivitas gunung api ini masih menjadi perhatian karena dapat mengalami peningkatan aktivitas secara tiba-tiba. 

Dalam pemantauan sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak.

5. Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga termasuk gunung api berstatus Level III atau Siaga. Status tersebut telah diberlakukan sejak 2 Juli 2025. Aktivitas erupsi Gunung Ili Lewotolok masih terjadi.

Pada Minggu (6/9/2026) pukul 21.37 WITA, tercatat kembali terjadi erupsi. Kolom abu saat itu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dengan durasi erupsi selama 32 detik.

6. Gunung Merapi

Gunung Merapi berada di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten di Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan pengamatan pada Minggu (6/9/2026) periode 00.00-06.00 WIB, asap kawah utama Gunung Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi dan ketinggian sekitar 10 meter dari puncak. Selain itu, teramati dua kali guguran lava ke arah barat daya, guguran pertama mengarah ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter dan guguran lainnya menuju hulu Kali Sat/Putih sejauh 1.500 meter.

Aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga tercatat berupa tujuh kali gempa guguran, 18 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa tektonik jauh. Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sejumlah sektor.

Di sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah yang masuk kawasan potensi bahaya. Warga juga perlu mewaspadai lahar dan awan panas guguran, terutama ketika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya