Berita

Situasi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu siang, 6 September 2026. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Nusantara

AirNav Terbitkan ASHTAM Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Gunung Ibu

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 16:27 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

AirNav Indonesia melalui International NOTAM Office secara resmi menerbitkan dokumen ASHTAM guna merespons dinamika aktivitas vulkanik yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau dan Gunung Ibu pada Senin, 7 September 2026.

Langkah cepat ini diambil guna memberikan panduan navigasi yang akurat serta memastikan keselamatan seluruh penerbangan nasional dari ancaman sebaran abu vulkanik.

Berdasarkan ASHTAM VAWR3760 yang dirilis pukul 09.10 WIB, status peringatan untuk Gunung Anak Krakatau ditetapkan pada level Merah atau Colour Code Red Alert.


Sebaran abu vulkanik dari aktivitas di Selat Sunda ini teridentifikasi menjulang hingga Flight Level 500 atau sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya berkecepatan 15 knot, serta pada ketinggian Flight Level 150 yang bergerak ke arah barat.

Kondisi yang berada dalam wilayah informasi penerbangan atau FIR Jakarta ini langsung menjadi prioritas pengelolaan ruang udara. Dokumen peringatan tersebut efektif berlaku mulai 7 September hingga 8 September 2026 pukul 09.10 WIB.

Di sisi lain, untuk Gunung Ibu yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, AirNav menerbitkan ASHTAM VAWR9818 pada pukul 08.20 WIB dengan status peringatan Oranye atau Colour Code Orange Alert.

Sebaran abu vulkanik dari gunung tersebut terpantau hingga Flight Level 070 atau sekitar 7.000 kaki dan bergerak ke arah utara dengan kecepatan 10 knot.

Meskipun demikian, berdasarkan pemantauan di dalam wilayah FIR Ujung Pandang, dipastikan tidak terdapat bandara maupun rute penerbangan komersial yang terdampak langsung.

Penerbitan ASHTAM sendiri merupakan instrumen informasi aeronautika khusus mengenai keberadaan, ketinggian, serta pergerakan abu vulkanik di udara.

Kehadiran data penting ini menjadi acuan vital bagi maskapai penerbangan dalam menyusun perencanaan rute yang aman dari bahaya letusan gunung berapi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya