Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

IHSG Sesi I Terkoreksi, Sektor Energi dan Kesehatan Tampil Perkasa

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 12:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin 7 September 2026. 

IHSG ditutup melemah 0,12 persen atau terkoreksi 8,286 basis point ke level 6.628,189.

Pergerakan IHSG cenderung fluktuatif sepanjang sesi pagi. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.667 dan terendah 6.620, setelah mengawali perdagangan di level 6.636.


Tekanan terhadap IHSG berlangsung di tengah pergerakan saham yang relatif berimbang. Sebanyak 293 saham tercatat menguat, sementara 292 saham melemah dan sisanya bergerak stagnan.

Dari sisi transaksi, BUMI, CUAN, dan BBRI menjadi tiga saham dengan nilai transaksi terbesar hingga penutupan sesi I.

Pergerakan sektoral menunjukkan variasi yang cukup lebar. Sektor energi (IDXENERGY) menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 1,61 persen, disusul sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang menguat 1,53 persen.

Sektor industri (IDXINDUST) naik 0,42 persen, sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 0,26 persen, sektor infrastruktur (IDXINFRA) naik 0,22 persen, dan sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) bertambah 0,47 persen.

Sementara itu, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Sektor barang baku (IDXBASIC) turun 0,41 persen, sektor konsumer non-primer (IDXCYCLIC) melemah 0,18 persen, dan sektor keuangan (IDXFINANCE) terkoreksi 0,43 persen.

Pelemahan juga terjadi pada sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) sebesar 0,54 persen serta sektor teknologi (IDXTECHNO) sebesar 0,46 persen.

Di kelompok indeks unggulan, indeks LQ45 melemah 0,26 persen ke level 655,845. IDX30 juga turun 0,29 persen ke level 366,867.

Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) justru menguat 0,88 persen ke level 399,850. Adapun indeks MNC36 terkoreksi 0,24 persen ke level 286,370.

Pelemahan IHSG pada sesi I relatif tipis meski mayoritas sektor bergerak bervariasi. Penguatan sektor energi dan kesehatan menjadi penopang utama, sementara tekanan dari sektor keuangan, properti, dan teknologi membatasi laju indeks di paruh pertama perdagangan.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya