Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menyalurkan bantuan ke NTT (Foto: Dokumen Istimewa)

Nusantara

Masih Trauma, Warga NTT Tetap Ceria Sambut Rombongan PKS

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 09:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Di tengah trauma dan kondisi pengungsian pascagempa, warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap menunjukkan ketegaran. Sikap tersebut membuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid takjub.

Kholid melihat langsung kondisi tersebut saat mengunjungi kawasan Poka, Kabupaten Manggarai, NTT, sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa. Kedatangan rombongan PKS disambut penuh suka cita meski warga masih berada dalam situasi sulit dan mengalami trauma akibat bencana.

"Sejak tadi malam kami tiba di Gereja Paroki Fransiskus Xaverius Poka. Di situ berdiri tenda-tenda pengungsian. Kami malah disambut penuh suka cita. Walau masih ada rasa sedih, ketika ada yang datang mereka menyambut dengan gembira. Itulah kehebatan warga NTT," ujar Kholid kepada wartawan, dikutip Senin 7 September 2026.


Menurut Kholid, ketegaran tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana. Meski trauma masih dirasakan, warga tetap menunjukkan keramahan dan keceriaan kepada para tamu yang datang.

"Mereka tetap tegar di tengah trauma. Selalu ceria di hadapan kami," katanya.

Kholid mengaku telah meminta agar kedatangannya tidak disambut dengan acara khusus. Ia mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan.

"Kami sudah minta untuk tidak disambut dengan acara-acara. Kami hanya ingin datang melihat dan mengantarkan bantuan. Tapi mereka tetap memaksa untuk menyambut," ungkapnya.

Bagi Kholid, sikap warga tersebut menunjukkan kuatnya budaya masyarakat NTT dalam memuliakan tamu. Bahkan di tengah kesulitan akibat bencana, tradisi tersebut tetap mereka pertahankan.

"Karena bagi mereka, menyambut tamu adalah kemuliaan dari budaya yang tidak boleh lepas," pungkas Kholid.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya