Berita

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh. (Foto: MUI)

Nusantara

MUI Ajak Masyarakat Berempati untuk Warga Terdampak Erupsi

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 09:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pendekatan preventif, dan mematuhi seluruh petunjuk keselamatan dari pihak berwenang dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam, termasuk aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, menjelaskan bencana alam seperti gunung meletus merupakan bagian dari fenomena alam yang berada di luar kendali langsung manusia. 

“Terhadap bencana yang tidak bisa kita pilih ini, langkah yang harus kita ambil adalah respons yang tepat melalui pendekatan wiqa'i atau preventif, memanfaatkan ilmu pengetahuan serta sistem peringatan dini (early warning system)," ujar Prof Ni’am, Senin, 9 September 2026.


Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan, secara teologis, erupsi gunung berapi masuk dalam kategori bencana ibtidaiyah atau ghairu muktasab, yakni kejadian murni yang tidak muncul akibat ulah manusia. 

Namun, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak bersikap pasrah tanpa ikhtiar. Manusia wajib memanfaatkan akal dan ilmu pengetahuan untuk menjaga keselamatan jiwa.

Prof Ni’am meminta masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan rawan bencana, untuk terus memantau penanda ilmu pengetahuan dan informasi resmi dari lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun Pos Pengamatan Gunung Api.

"Dengan penanda ilmu astronomi, informasi dari BMKG, dan early warning system, kita perlu berhati-hati. Kita harus paham mekanisme keselamatan dan pengamanan dininya jika terjadi semburan atau erupsi," kata dia menambahkan.

Di samping langkah mitigasi teknis dan kewaspadaan mandiri, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah Depok ini menekankan pentingnya respons sosial dari masyarakat yang berada di wilayah aman.

Dia menyebut keberadaan masyarakat yang tidak terdampak langsung merupakan bentuk ujian tersendiri untuk menguji sejauh mana empati dan kepedulian sosial diwujudkan. Mengutip hadis Rasulullah SAW, Prof Ni’am mengingatkan perumpamaan keterikatan antarsesama manusia yang saling mengasihi ibarat satu tubuh.

“Apa yang menimpa saudara-saudara kita di daerah terdampak bencana adalah panggilan bagi kita semua untuk mengulurkan tangan," ujar dia menegaskan.

Prof Ni’am mengajak masyarakat yang saat ini berada dalam kondisi sehat, aman, dan berlimpah rezeki untuk menyisihkan sebagian hartanya guna meringankan beban para korban bencana di berbagai daerah.

"Kita hari ini sehat, segar, bugar, masih bisa menikmati aktivitas rutin dan memperoleh rezeki dari kerja-kerja profesional kita. Saatnya kita bangun empati, kita sisihkan sebagian rezeki untuk kepentingan meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," tandasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya