Berita

Pakar vulkanologi Institut Teknologi Sumatera (Itera), Happy Christin Natalia. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Pakar Itera:

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Ganggu Pernapasan

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 03:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Masyarakat tidak boleh menganggap remeh sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), terutama karena partikel abu berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

Pakar vulkanologi Institut Teknologi Sumatera (Itera), Happy Christin Natalia mengatakan, karakteristik abu vulkanik menjadi faktor yang perlu diwaspadai. 

Material tersebut berukuran sangat kecil dan memiliki bentuk partikel bersudut tajam sehingga dapat mengiritasi bahkan melukai saluran pernapasan.


“Yang paling berbahaya sebenarnya adalah bentuk partikelnya yang berukuran sangat kecil dan bersudut tajam, sehingga dapat mengiritasi atau melukai saluran pernapasan,” kata Happy, dikutip dari RMOLLampung, Senin 7 September 2026.

Happy menjelaskan, secara umum abu vulkanik memiliki unsur yang juga terdapat dalam material magma, seperti silika dan aluminium. Namun, masyarakat tidak hanya perlu memperhatikan kandungan kimianya, melainkan juga karakteristik fisik partikelnya.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul aktivitas erupsi GAK yang masih berlangsung. Sejak Sabtu malam, 4 September 2026, gunung api tersebut mengalami erupsi tipe Strombolian yang disertai lontaran lava pijar atau lava fountain.

Sebaran abu vulkanik berpotensi mencapai sejumlah wilayah Lampung. Karena itu, Happy meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan mematuhi radius aman yang ditetapkan PVMBG.

“Untuk saat ini, masyarakat diharapkan mengikuti seluruh arahan dari pihak berwajib demi menjaga keselamatan diri dan keluarga,” kata Happy.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi paparan langsung terhadap abu vulkanik.

Happy turut mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial dan memastikan setiap perkembangan aktivitas GAK berasal dari sumber resmi.

“Masyarakat juga perlu terus memantau informasi resmi dari pihak terkait, seperti PVMBG dan BMKG, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi hoaks yang beredar di internet,” pungkas Happy.  

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya