Berita

Peneliti Rechta Institute, Muhtar Said. (Foto: Istimewa)

Bisnis

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 00:27 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mempunyai tiga pekerjaan rumah yang mendesak dibenahi.

Peneliti Rechta Institute, Muhtar Said menilai latar belakang Gus Kikin bisa menjadi modal penting untuk membawa NU ke arah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. 

"Saya yakin Gus Kikin mampu memperkuat tiga sektor strategis NU, yaitu pendidikan, kesehatan, dan perekonomian umat," kata Muhtar kepada RMOL, pada Jumat 4 September 2026.


Pertama, dalam bidang pendidikan, Gus Kikin dapat mendorong peningkatan kualitas dan daya saing Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). 

Muhtar berpandangan, pengembangan PTNU tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah institusi, tetapi juga pada penguatan mutu akademik, sumber daya manusia, riset, fasilitas pendidikan, serta jejaring kerja sama. 

"Dengan demikian, PTNU dapat menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki kompetensi dan karakter ke-NU-an," kata Muhtar.

Kedua, kata Muhtar, NU perlu memiliki ekosistem pelayanan kesehatan yang kuat melalui pengembangan rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

"Dalam jangka panjang, rumah sakit NU tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi," kata Muhtar.

PTNU yang memiliki kapasitas dan sumber daya yang memadai dapat mengembangkan program studi kedokteran dan bidang ilmu kesehatan lainnya, sehingga terbentuk integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.

Terakhir, di bidang ekonomi, Muhtar yakin dibawah kepemimpinan Gus Kikin bisa mengembangkan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU).

"Membangun NU bukan hanya sebagai organisasi sosial-keagamaan, tetapi sebagai ekosistem peradaban yang memiliki pendidikan unggul, pelayanan kesehatan yang kuat, dan kemandirian ekonomi," pungkas Muhtar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya