Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Dok PSI)

Politik

Narasi Jokowi di Ruang Publik Dinilai Ganggu Citra Pemerintahan Prabowo

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 09:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Simpul Aktivis Angkatan 98 atau Siaga 98 menilai masih dominannya narasi mengenai Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi di ruang publik, media massa, maupun media sosial turut memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Koordinator Siaga 98, Hasanuddin, mengatakan, kondisi tersebut menciptakan situasi komunikasi politik yang tidak sehat. Menurutnya, pemerintahan yang sedang berjalan membutuhkan ruang publik yang cukup untuk menjelaskan, mempertanggungjawabkan, dan menunjukkan hasil berbagai kebijakan serta program yang dijalankan.

"Pemerintahan Presiden Prabowo harus mendapatkan ruang yang proporsional untuk menjelaskan kinerjanya kepada masyarakat. Jangan sampai ruang publik justru terus dipenuhi oleh narasi mengenai sosok Mantan Presiden Joko Widodo, sehingga perhatian masyarakat terhadap agenda pemerintahan saat ini menjadi terdistorsi," kata Hasanuddin kepada RMOL, Jumat, 4 September 2026.


Siaga 98 melihat, Presiden Prabowo bersama kabinetnya telah menjalankan berbagai program yang diarahkan pada kepentingan nasional, baik di bidang ekonomi, ketahanan pangan, pembangunan, maupun penguatan posisi Indonesia dalam hubungan internasional.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memastikan berbagai keberhasilan, tantangan, serta kebijakan yang sedang dijalankan dapat dikomunikasikan secara langsung dan efektif kepada masyarakat.

Hasanuddin menyoroti konstruksi komunikasi publik pemerintah yang dinilainya belum mampu menjadikan berbagai agenda strategis tersebut sebagai narasi utama di ruang publik.

"Kami melihat ada persoalan dalam konstruksi komunikasi publik. Banyak hal yang dilakukan pemerintahan Prabowo sebenarnya menyangkut kepentingan nasional dan memiliki dampak strategis, tetapi tidak selalu menjadi narasi utama di ruang publik. Sebaliknya, perhatian publik masih sering tersedot pada isu dan narasi yang berkaitan dengan mantan Presiden Jokowi," ujarnya.

Menurut Siaga 98, kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi persepsi dan kredibilitas pemerintahan Prabowo. Persoalannya bukan semata-mata mengenai kinerja pemerintah, tetapi juga pertarungan narasi di ruang publik yang dapat membuat masyarakat kesulitan memperoleh gambaran utuh mengenai apa yang sedang dikerjakan pemerintah.

Untuk itu, Siaga 98 mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik dengan menyampaikan capaian dan kebijakan secara lebih terukur, terbuka, konsisten, serta berbasis data.

“Pemerintah tidak cukup hanya bekerja. Hasil kerja juga harus dikomunikasikan dengan baik kepada publik. Kalau ruang komunikasi publik dibiarkan kosong, ruang tersebut akan diisi oleh berbagai narasi lain. Pemerintah harus hadir dengan narasi yang faktual mengenai agenda dan capaian pemerintahannya sendiri," tegas Hasanuddin.

Siaga 98 juga mengingatkan agar dinamika politik masa lalu tidak terus-menerus menjadi pusat perhatian hingga mengaburkan agenda pemerintahan yang sedang berjalan.

“Jokowi adalah bagian dari sejarah pemerintahan Indonesia sebelumnya. Sementara hari ini yang harus menjadi perhatian publik adalah bagaimana Presiden Prabowo menjalankan mandatnya, menyelesaikan persoalan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memperkuat posisi Indonesia di dunia,” pungkas Hasanuddin.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya