Berita

Bupati Blora Arief Rohman atau Gus Arief. (Foto:RMOL)

Nusantara

Pendekar Pagar Nusa Jateng Amankan Muktamar NU, Begini Kata Bupati Blora

LAPORAN: ADIRIN*
SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 22:36 WIB

Puluhan pendekar Pagar Nusa Jawa Tengah ikut mengambil bagian dalam pengamanan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di kawasan Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sebanyak sekitar 52 personel pasukan inti Pagar Nusa Jateng diperbantukan untuk membantu pengamanan selama rangkaian muktamar berlangsung.

Bupati Blora Arief Rohman atau Gus Arief, yang juga Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Tengah, meninjau langsung keberadaan pasukan tersebut di lokasi muktamar, Sabtu 29 Agustus 2026.


Kehadiran Gus Arief menjadi bentuk perhatian terhadap para pendekar Pagar Nusa Jateng yang datang dari berbagai daerah untuk menjalankan tugas pengamanan di tengah agenda besar organisasi Nahdlatul Ulama tersebut.

"Alhamdulillah, saya tadi menengok pasukan inti Pagar Nusa Jawa Tengah yang berjumlah sekitar 52 orang dalam rangka diperbantukan untuk pengamanan pelaksanaan Muktamar NU," kata Gus Arief kepada wartawan.

Menurut Gus Arief, pengerahan pasukan inti Pagar Nusa Jateng merupakan salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. 

Para pendekar menjalankan tugas sesuai peran yang diberikan, terutama membantu menjaga ketertiban selama aktivitas muktamirin, ulama, pengurus, dan kader NU berlangsung.

Ia menilai keterlibatan Pagar Nusa tidak hanya berkaitan dengan tugas teknis pengamanan. Lebih dari itu, kehadiran para pendekar merupakan bagian dari pengabdian dan bentuk dukungan sebagai bagian dari keluarga besar NU.

"Kita sebagai bagian dari kader NU tentunya ikut ayumbagyo, istilahnya menyemarakkan Muktamar NU yang ke-35 di Jombang ini," ujarnya.

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas menjadi momentum berkumpulnya warga Nahdliyin dari berbagai daerah. 

Dengan banyaknya peserta dan rangkaian kegiatan yang berlangsung, dukungan berbagai unsur organisasi diperlukan agar seluruh agenda dapat berjalan tertib dan lancar.

Pagar Nusa Jawa Tengah mengambil bagian melalui pengerahan pasukan intinya. Sekitar 52 pendekar berada di lokasi untuk membantu pengamanan sesuai tugas yang diberikan.

Gus Arief menegaskan keterlibatan tersebut tidak berkaitan dengan dinamika pemilihan kepemimpinan NU. 

Para pendekar Pagar Nusa menjalankan tugas pengamanan, sementara proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi bagian dari forum Muktamar.

Di tengah pelaksanaan muktamar, Gus Arief juga menegaskan dirinya tidak berada dalam posisi mendukung kandidat tertentu dalam pemilihan kepemimpinan NU.

"Kita nggak dukung mendukung karena kita tidak punya hak suara," tandasnya.

*Kontributor Blora

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya