Berita

Gedung Bank Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

BI Pangkas GWM hingga 6 Persen bagi Bank yang Genjot Kredit Produktif

SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 10:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) menyiapkan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) yang memungkinkan perbankan memperoleh pengurangan kewajiban giro wajib minimum (GWM) hingga 6 persen.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis mengatakan, kebijakan tersebut mulai berlaku 1 September 2026.

Menurut Alex, skema KLM terdiri atas dua bentuk. Pertama, KLM pembiayaan dengan insentif maksimal 4 persen bagi bank yang memenuhi target penyaluran kredit atau pembiayaan ke sektor produktif dan prioritas.


“Dia (bank) kita berikan insentif untuk tidak menyimpan di BI sebesar 9 persen. Seharusnya kan 9 persen ini giro wajib minimum, kita berikan insentif oke sampai dengan 4 persen kamu boleh nggak ini (setor ke BI), asal kamu salurkan kredit,” ujar Alex dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.

Sektor yang menjadi sasaran meliputi pertanian, industri dan hilirisasi dengan target pertumbuhan kredit 1,5 persen. Kemudian konstruksi, real estate dan perumahan sebesar 1,4 persen.

Selanjutnya, sektor jasa, termasuk ekonomi kreatif, dengan target 0,1 persen. Sementara UMKM, koperasi, inklusi, dan sektor berkelanjutan memiliki target 1 persen.

BI akan memantau realisasi penyaluran kredit setiap bank melalui laporan komitmen dan Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT). Insentif diberikan setiap kuartal berdasarkan realisasi penyaluran kredit atau pembiayaan dalam dua bulan terakhir pada periode bersangkutan serta satu bulan pertama pada periode berikutnya.

“Kalau bank menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, kami tetap kasih insentif likuiditas 4 persen. Jadi bank hanya setor di GWM 5 persen,” jelas Alex.

Selain KLM pembiayaan, BI menyiapkan KLM pendalaman pasar uang dengan insentif maksimal 2 persen.

Insentif ini ditujukan bagi bank yang memiliki rasio surat-surat berharga (SSB), termasuk Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), di bawah ambang batas 19 persen terhadap total pendanaan.

Alex menjelaskan, bank dengan rasio SSB di atas 19 persen tidak otomatis memperoleh insentif tersebut. Namun, bank dapat menurunkan rasio kepemilikan SSB melalui transaksi repo sehingga berpeluang mendapatkan insentif KLM.

“Misalnya SSB over funding bank 23 persen, boleh tidak direpokan? Boleh banget, dipinjamkan SSB ke bank lain, terus rasio SSB kan jadi turun, bank dapat insentif, (tapi) nanti tidak dapat putaran berikutnya,” kata Alex.

Pemberian insentif akan dievaluasi pada periode berikutnya. BI melakukan evaluasi setiap tiga bulan untuk melihat perkembangan rasio dan pemanfaatan insentif oleh perbankan.

Khusus KLM pendalaman pasar uang, pemantauan dilakukan setiap bulan dengan menggunakan data dari BI-SSSS, termasuk kepemilikan surat berharga pemerintah dan SRBI oleh perbankan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya