Berita

Ilustrasi mata uang Rupiah. (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Destry Terpilih Jadi Gubernur BI, Rupiah Perkasa ke Rp17.693 per Dolar AS

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 17:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah mengakhiri perdagangan akhir pekan di zona hijau. Mata uang Garuda ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah bertengger di level Rp17.693 per Dolar AS, melesat 51 poin atau 0,29 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menyatakan, perkasa mata uang Garuda terdorong oleh respons positif pasar atas terpilihnya Destry Damayanti sebagai Nakhoda baru Bank Indonesia (BI). Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Destry untuk memimpin BI periode 2026-2031.


"Pasar merespons positif keputusan Komisi XI DPR RI yang secara resmi menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia terpilih. Ini momen bersejarah karena beliau menjadi perempuan pertama yang memimpin BI secara definitif," ujar Ibrahim dalam analisis tertulisnya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Selain sentimen figur pimpinan baru BI, pelaku pasar domestik maupun global cenderung menahan diri (wait and see) menanti rilis data inflasi resmi pekan depan.

"Data inflasi menjadi indikator krusial bagi bank sentral menentukan arah kebijakan moneter dan suku bunga. Inflasi yang terkendali memberikan ruang pelonggaran kebijakan, sedangkan inflasi tinggi berpotensi menahan suku bunga di level ketat," jelasnya.

Ibrahim menambahkan, pergerakan pasokan dan ketergantungan barang impor juga membayangi sentimen pasar menjelang rilis data perdagangan Juli. Tekanan pada Rupiah berisiko membengkakkan biaya impor bahan pangan domestik.

IHSG Terkoreksi Tipis

Berseberangan dengan penguatan nilai tukar mata uang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah tipis pada perdagangan sore ini. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG parkir di level 6.518, terkoreksi 3 poin atau 0,06 persen.

Total volume transaksi perdagangan mencapai 35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15 triliun dan frekuensi 2 juta kali. Adapun nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.455 triliun.

Secara teknikal, pergerakan saham didominasi tren penurunan. Sebanyak 328 saham melemah, 276 saham menguat, dan 188 saham lainnya stagnan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya