Berita

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

BI Dorong Pembiayaan Sektor Swasta untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 14:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mendorong peningkatan pembiayaan ke sektor produktif untuk memperkuat peran sektor swasta dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis mengatakan, sektor swasta perlu diperkuat melalui dukungan pembiayaan, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat pada kuartal II/2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy), melambat dibandingkan kuartal I/2026 yang tumbuh 5,61 persen. Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II/2025 sebesar 5,12 persen.


"Kalau mau mendorong pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari apa yang kita hadapi sekarang, yang terakhir 5,29 persen, itu memang kita harus mendorong sektor swasta," ujar Alex dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurutnya, stimulus pemerintah tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Namun, untuk mendorong pertumbuhan ke level yang lebih tinggi, kontribusi sektor swasta perlu diperkuat, salah satunya melalui dukungan pembiayaan.

"Tentu pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh stimulus pemerintah, namun untuk bisa lebih tinggi lagi kita harus mendorong peran di sektor swasta, tentu upaya mendorong ini juga butuh pembiayaan," sambungnya.

Alex mengatakan perkembangan intermediasi perbankan turut berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi. Per Juli 2026, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,58 persen secara tahunan. Kredit investasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 25,13 persen.

Pertumbuhan tersebut, lanjut Alex, turut dipengaruhi oleh penurunan rasio undisbursed loan, yakni kredit yang telah disetujui perbankan tetapi belum ditarik oleh debitur.

Berdasarkan catatan BI, undisbursed loan pada Mei 2026 tercatat Rp2.576 triliun atau sekitar 22,41 persen dari total plafon kredit yang tersedia. Angka tersebut turun menjadi Rp2.490 triliun atau 21,52 persen pada Juni 2026.

Namun, undisbursed loan kembali meningkat pada Juli 2026 menjadi Rp2.548 triliun atau sekitar 21,81 persen dari total plafon kredit.

Alex menegaskan penyaluran kredit perlu terus didorong, terutama ke sektor-sektor produktif, agar memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Perlu kita dorong terus loan-nya, karena untuk mengoptimalkan sektor-sektor produktif agar dampaknya kepada pertumbuhan ekonomi bisa dapat mengungkit lebih tinggi lagi pertumbuhan ekonomi kita," tandasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya