Berita

Kebakaran yang melanda Amur Gas Chemical Complex (AGCC) di wilayah Amur, Rusia Timur Jauh (Foto: X)

Dunia

Ledakan Dahsyat di Pabrik Gas Rusia-China Tewaskan Tujuh Orang

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 10:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ledakan dan kebakaran besar melanda Amur Gas Chemical Complex (AGCC) di wilayah Amur, Rusia Timur Jauh, Selasa waktu setempat, 25 Agustus 2026.

Pihak pengelola menyatakan tujuh orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk enam warga negara China. Selain itu, sembilan orang masih dinyatakan hilang. 

“Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung,” ungkap pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan di Telegram, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.


Sebanyak 152 orang mendapat perawatan akibat luka-luka, dengan 36 di antaranya dibawa ke rumah sakit.

Video yang dirilis memperlihatkan kobaran api besar melanda fasilitas industri tersebut. Api terlihat membakar sejumlah bagian kompleks, sementara asap hitam tebal membubung tinggi ke udara.

AGCC merupakan proyek patungan perusahaan petrokimia Rusia, Sibur, dan perusahaan minyak serta gas milik negara China, Sinopec. 

Kompleks yang dibangun di Kota Svobodny, wilayah Amur, dekat perbatasan China itu memiliki nilai proyek sekitar 10 miliar dolar AS dan dirancang menjadi salah satu fasilitas produksi polietilena dan polipropilena terbesar di dunia.

Memiliki luar 325 hektare, AGCC dirancang mengolah bahan baku dari Amur Gas Processing Plant dan diproyeksikan menerima hingga 2 juta ton etana dan sekitar 1,5 juta ton LPG setiap tahun untuk kemudian diolah menjadi bahan baku plastik.

Setelah beroperasi penuh, AGCC disebut mampu memproduksi sekitar 2,3 juta ton polietilena dan 400.000 ton polipropilena per tahun. 

Proyek tersebut juga diyakini dapat menciptakan hingga 1.000 lapangan kerja, setelah sebelumnya melibatkan sekitar 30.000 pekerja pada puncak pembangunan.

Sementara itu, Komite Investigasi Rusia tengah menyelidiki kebakaran mematikan tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab insiden sekaligus memastikan apakah terjadi pelanggaran terhadap aturan keselamatan industri.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya