Berita

Personel Landasan Udara Sjamsudin Noor yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Polri dan instansi terkait terus bergerak untuk melakukan pemadaman dan pengendalian titik api di kawasan Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Dok Puspen TNI)

Pertahanan

Heli TNI AU, Polri, dan BPBD Berjibaku Padamkan Karhutla di Kalsel

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Personel Landasan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Polri dan instansi terkait terus melakukan pemadaman dan pengendalian titik api di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Di tengah kepungan asap dan panas serta kondisi medan yang menantang, petugas gabungan berjibaku memadamkan kobaran api. Mereka juga melakukan penyekatan dan pengendalian untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.

Langkah tersebut dilakukan karena Karhutla dapat berkembang dengan cepat, dipengaruhi kondisi cuaca, arah angin, dan karakteristik lahan.


Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan sejumlah helikopter dari unsur TNI AU dan gabungan dikerahkan dalam operasi penanggulangan Karhutla. Armada tersebut antara lain Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH.

Helikopter digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasi, termasuk pemadaman melalui metode water bombing.

“Keterlibatan personel Lanud Sam dalam penanggulangan Karhutla bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga merupakan bentuk bakti untuk negeri dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi prajurit, menjaga keselamatan masyarakat dan membantu mengatasi bencana merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelas Kolonel Hilman dalam keterangan resmi, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Hilman, setiap unsur saling melengkapi dalam menjalankan tugas. Penanganan dilakukan mulai dari pemadaman dan pengendalian di darat, dukungan operasi udara, pemantauan, hingga upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya