Personel Landasan Udara Sjamsudin Noor yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Polri dan instansi terkait terus bergerak untuk melakukan pemadaman dan pengendalian titik api di kawasan Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Dok Puspen TNI)
Personel Landasan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Polri dan instansi terkait terus melakukan pemadaman dan pengendalian titik api di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Di tengah kepungan asap dan panas serta kondisi medan yang menantang, petugas gabungan berjibaku memadamkan kobaran api. Mereka juga melakukan penyekatan dan pengendalian untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
Langkah tersebut dilakukan karena Karhutla dapat berkembang dengan cepat, dipengaruhi kondisi cuaca, arah angin, dan karakteristik lahan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan sejumlah helikopter dari unsur TNI AU dan gabungan dikerahkan dalam operasi penanggulangan Karhutla. Armada tersebut antara lain Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH.
Helikopter digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasi, termasuk pemadaman melalui metode water bombing.
“Keterlibatan personel Lanud Sam dalam penanggulangan Karhutla bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga merupakan bentuk bakti untuk negeri dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi prajurit, menjaga keselamatan masyarakat dan membantu mengatasi bencana merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelas Kolonel Hilman dalam keterangan resmi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Hilman, setiap unsur saling melengkapi dalam menjalankan tugas. Penanganan dilakukan mulai dari pemadaman dan pengendalian di darat, dukungan operasi udara, pemantauan, hingga upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.