Berita

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 22:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah terus mematangkan langkah percepatan elektrifikasi transportasi dan pengembangan industri otomotif nasional. Kucuran insentif jumbo telah disiapkan untuk menyubsidi satu juta unit motor listrik produksi dalam negeri.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah mematok besaran insentif senilai Rp3 juta untuk setiap pembelian satu unit motor listrik. Jika kuota satu juta unit tersebut terserap sempurna, total anggaran yang harus digelontorkan negara mencapai Rp3 triliun.

"Iya, itu programnya. Yang sekarang, kalau satu juta (motor) itu insentifnya Rp3 juta (per unit)," tegas Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.


Kendati telah mengunci alokasi anggaran hingga Rp3 triliun, Purbaya memproyeksikan dana tersebut tidak akan ludes terserap hingga penutup tahun ini. Alasannya, kapasitas produksi industri motor listrik nasional dinilai belum mumpuni untuk mengejar suplai satu juta unit dalam waktu singkat.

Berdasarkan kalkulasinya, realisasi produksi motor listrik di dalam negeri hingga akhir 2026 diperkirakan baru menyentuh angka 100.000 unit.

"Jadi 1 juta (motor) itu pasti tidak habis tahun ini kalau kita lihat. Itu masih kita lihat, apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu, kayaknya sih tidak," bebernya.

Lebih lanjut, Menkeu menyoroti timpangnya kemampuan produksi pabrikan lokal saat ini dibandingkan kuota subsidi yang disediakan pemerintah.

"Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai satu juta. Ada yang cuma 20.000, saya pikir paling 100.000 sampai akhir tahun. Jadi nanti saya pikirkan apa bisa ditambah," tandasnya.

Ke depan, pemerintah akan terus memantau pergerakan daya serap insentif di pasar sebelum mengambil kebijakan strategis lanjutan, termasuk mengkaji potensi penambahan alokasi anggaran pada tahap berikutnya guna menggenjot ekosistem kendaraan listrik nasional.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya