Berita

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melepas keberangkatan kapal ADRI 92 di Satuan Angkutan Air (Satangair) Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 19 Agustus 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Pertahanan

Kapal ADRI 92 Bertolak ke NTT Bawa Logistik hingga Layanan Kesehatan

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 00:19 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengirim bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan tanggap darurat, tetapi juga diproyeksikan untuk menopang kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, TNI AD mengirimkan Kapal rumah sakit ADRI 92 yang membawa berbagai kebutuhan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kita meyakinkan bahwa dari tahap awal bagaimana kita membantu pengungsian dan juga korban-korban. Sampai mereka sampai di pengungsian kita yakinkan mereka bisa makan,” kata Maruli saat melepas keberangkatan kapal ADRI 92 di Satuan Angkutan Air (Satangair) Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 19 Agustus 2026.


Menurutnya penanganan bencana membutuhkan kesinambungan. Karena itu, TNI AD terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan warga di lokasi terdampak dan tidak ingin bantuan hanya diberikan sekali kemudian berhenti.

“Pernah saya sampaikan bahwa dalam menghadapi bencana ini, kita selalu harus punya nafas panjang. Kalau cuma one hit kirim selesai, saya kira penderitaan saudara-saudara kita akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

ADRI 92 membawa sekitar 70 ton bahan makanan, perlengkapan kebutuhan masyarakat, bahan bakar minyak (BBM), serta berbagai peralatan pendukung. 

Di antaranya beras 32,5 ton, 4.000 botol minyak goreng, 1.140 dus mi instan, 1.997 dus susu bayi, 672 dus bubur bayi, hingga kebutuhan khusus perempuan dan anak.

Selain logistik, TNI AD mengirimkan dua ambulans, lima truk berkapasitas 2,5 ton, 100 tandon air berkapasitas 1.100 liter, 13 genset, 30 tenda serbaguna, serta 900 veldbed untuk mendukung kebutuhan pengungsian.

Maruli mengatakan bantuan air menjadi perhatian khusus karena kebutuhan tersebut diperkirakan masih akan menjadi persoalan di sejumlah wilayah terdampak. TNI AD bahkan menyiapkan rencana pengeboran sumber air agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Saya meyakini di daerah-daerah bencana ini juga pasti mereka kesulitan air. Kami akan segera memulai di titik mana kita akan bor nantinya. Dan itu juga akan digunakan oleh mereka secara berkelanjutan setelah bencana ini,” jelasnya.

Untuk mendukung penanganan medis, ADRI 92 juga dilengkapi fasilitas rumah sakit kapal. Terdapat 2 dokter dan 6 perawat yang disiapkan untuk memberikan pelayanan selama kapal berada di wilayah terdampak.

Maruli memastikan tenaga kesehatan tersebut dapat memberikan perawatan di kapal maupun diterjunkan ke lokasi apabila kondisi di lapangan membutuhkan. Obat-obatan dan peralatan kesehatan juga telah disiapkan untuk mendukung pelayanan selama masa tanggap darurat.

“Kita sudah punya dokter di sana. Dari rumah sakit dari Kodam juga sudah mengirimkan dokter dan juga petugas kesehatan. Di sini juga ada fasilitas rumah sakit dan ada dua dokter beserta delapan tenaga medis yang ada di kapal,” tandas Maruli.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya