Berita

Gedung Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU saat digeledah Kejati DKi Jakarta, Kamis, 9 April 2026. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Hukum

CERI Soroti Penawaran Identik Sembilan Kontraktor Gedung Cipta Karya

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 19:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dugaan korupsi proyek renovasi lantai dasar Gedung Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran 2023 tidak boleh jalan di tempat.

Center for Energy and Resources Indonesia (CERI) mendorong pengusutan kasus tersebut tidak sekadar menyasar fisik pekerjaan, tetapi juga menyisir proses pemilihan penyedia, panitia lelang, hingga pejabat pembuat komitmen.

Sekretaris CERI Hengki Seprihadi mengungkap, proyek bernilai miliaran Rupiah tersebut digulirkan saat Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti masih menjabat Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.


Ia mengungkap temuan soal kejanggalan harga penawaran terkoreksi dari sembilan peserta tender yang nilainya persis sama hingga dua angka di belakang koma, tepatnya di angka Rp2.319.515.577,62. Sembilan kontraktor dimaksud adalah PT Bina Karya Sejati, PT Edtri Gracia Abadi, PT Menara Air, PT Shinawit Indomas Perkasa, CV Eka Mandiri, CV Aditya Jaya Utama, PT Arkananta Putra Persada, PT Tolping Jaya, dan Alina Zarra Perkasa.

"Bagaimana bisa sembilan perusahaan memasukkan nilai penawaran sama persis hingga dua angka di belakang koma? Apakah panitia tender tidak mencermati kejanggalan fatal ini?" ujar Hengki dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Hengki menegaskan, kesamaan angka tersebut harus dijadikan pintu masuk penyidik untuk memeriksa integritas panitia lelang di Ditjen Cipta Karya. CERI juga menyoroti maraknya penunjukan langsung (PL) untuk proyek di bawah Rp200 juta di lingkungan Ditjen Cipta Karya.

Di sisi lain, CERI mempertanyakan klaim "proyek fiktif" yang disematkan dalam penanganan kasus ini. Sebab, dari pemantauan lapangan, fisik penataan lantai dasar Gedung Cipta Karya tersebut nyata adanya.

"Jika fisik pekerjaan dilaksanakan, penyidik harus memperjelas bagian mana yang dianggap fiktif. Apakah volumenya, dokumen pertanggungjawabannya, atau spek barang yang disunat dari kualitas KW 1 menjadi KW 2?" tegasnya.

Tak hanya itu, CERI mendesak kejelasan perhitungan kerugian negara sebesar Rp16 miliar hasil temuan Inspektorat Jenderal Kementerian PU agar konstruksi hukum perkara ini terang benderang di mata publik.

"Kejati DKI harus menjawab empat poin kunci: proses lelang, penawaran identik sembilan peserta, realisasi fisik, serta audit kerugian negara. Siapa pun yang terlibat berdasarkan bukti sah harus dimintai pertanggungjawaban hukum," pungkas Hengki.

Di sisi lain, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang disampaikan Wamen PU Diana Kusumastuti terkait dengan temuan CERI tersebut.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya