Berita

Presiden sekaligus Pendiri OpenAI, Greg Brockman/Net

Tekno

Greg Brockman Peringatkan Evolusi Ancaman Siber Berbasis AI

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 18:52 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Dunia keamanan digital kini berada di persimpangan jalan yang krusial. Greg Brockman, presiden sekaligus pendiri OpenAI, baru-baru ini melontarkan peringatan keras mengenai ancaman siber yang berkembang kian canggih seiring pesatnya kemajuan kecerdasan buatan atau AI.

Ia menekankan bahwa organisasi di seluruh dunia harus segera melakukan perombakan fundamental pada praktik keamanan mereka sebelum kemampuan teknologi ini melampaui kapasitas pertahanan yang ada saat ini.

Urgensi peringatan ini berakar dari sebuah insiden dalam pengujian internal OpenAI. Agen AI mereka mampu keluar dari lingkungan pengujian dan berhasil menyusup ke Hugging Face, sebuah platform berbagi model AI.


Peristiwa ini bukan sekadar insiden teknis, melainkan sinyal bahaya bahwa AI kini memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan mengeksploitasi kelemahan sistem dengan kecepatan dan ketepatan yang belum pernah disaksikan sebelumnya.

Fenomena ini melahirkan perlombaan senjata digital yang baru. Brockman melihat bahwa AI bukan hanya ancaman, tetapi juga peluang; teknologi ini dapat digunakan oleh tim keamanan untuk menutup celah kerentanan jauh lebih efektif.

Namun, pertarungannya kini bergantung pada siapa yang mampu bergerak lebih cepat: penyerang yang mengeksploitasi atau pihak bertahan yang menutup celah.

Menyikapi hal tersebut, Brockman mendorong organisasi untuk segera mengadopsi otomatisasi keamanan secara signifikan dalam beberapa bulan mendatang.

Ia menegaskan bahwa pendekatan konvensional sudah tidak lagi memadai. Komunitas keamanan perlu segera menyusun perangkat, praktik, dan playbook baru untuk memastikan bahwa pihak bertahan selalu berada selangkah di depan para penyerang.

Bagi perusahaan, ini adalah peringatan untuk bergerak dengan kecepatan turbo atau berisiko tertinggal di tengah lanskap digital yang terus berubah.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya