Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Dunia

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 17:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan, Ulchi Freedom Shield (UFS), akan berakhir lebih cepat dari jadwal semula setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengurangan skala latihan tersebut.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) pada Rabu, 19 Agustus 2026 mengonfirmasi bahwa kedua negara sepakat menyesuaikan sebagian latihan, termasuk durasi dan skalanya, menyusul usulan dari pihak Amerika Serikat. 

"Sekutu sepakat untuk menyesuaikan beberapa bagian dari latihan tersebut, termasuk durasi dan skalanya," kata JCS dalam pernyataannya.


Latihan yang dimulai pada Senin, 21 Agustus 2026 itu kini akan berakhir pada 21 Agustus, atau enam hari lebih cepat dari jadwal awal. 

Kedua negara juga sepakat mengurangi sejumlah latihan lapangan gabungan, sementara rincian penyesuaian masih dalam pembahasan.

"Ke depannya, Korea Selatan dan Amerika Serikat akan membahas dan menerapkan berbagai langkah untuk mencapai tujuan latihan UFS dan mempertahankan postur pertahanan gabungan yang kuat," tambah JCS.

Trump sebelumnya menyebut latihan militer tahunan tersebut sebagai langkah yang tidak pantas dan bermusuhan terhadap Korea Utara. 

Pasalnya, menurut Trump dirinya memiliki hubungan baik dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

"Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan kenyataan bahwa Amerika Serikat telah lama setuju untuk berpartisipasi dalam Latihan Militer Gabungan dengan Korea Selatan," tulis Trump di platform media sosialnya.

"Oleh karena itu, dan berdasarkan fakta bahwa sudah terlambat untuk membatalkan, saya telah menginstruksikan Menteri Perang, Pete Hegseth, untuk mengurangi Latihan Militer Gabungan secara substansial!" tegas Trump. 

Korea Utara sendiri selama ini rutin mengecam latihan gabungan AS-Korsel dan pekan ini menyebut UFS sebagai ancaman terbuka terhadap Pyongyang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya