Berita

Kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di wilayah perairan Sumenep, Jawa Timur.(Foto: Istimewa)

Politik

Menhub Dituntut Benahi Keselamatan Pelayaran Pasca Tragedi KMP Mutiara Sentosa II

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 15:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi V DPR meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran menyusul insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di wilayah perairan Sumenep, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPR Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, saat Rapat Kerja Komisi V DPR  bersama Menteri Perhubungan RI, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas), serta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026.

Danang meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan transportasi laut. Menurutnya, keselamatan penumpang dan awak kapal harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.


Danang menilai setiap insiden kecelakaan maupun kebakaran kapal harus dijadikan momentum untuk mengevaluasi sistem keselamatan pelayaran secara menyeluruh. 

Menurutnya, evaluasi tidak hanya menyangkut kondisi dan kelayakan kapal, tetapi juga pengawasan, penerapan prosedur keselamatan, kesiapan awak kapal, hingga faktor cuaca.

Danang juga menegaskan operator penyelenggara pelayaran harus taat prosedur memastikan seluruh kelayakan kapal.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Setiap kejadian seperti ini harus dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi kelayakan kapal, pengawasan, prosedur keselamatan, maupun faktor cuaca,” kata Danang.

Legislator Gerindra itu menegaskan bahwa pengawasan terhadap kapal penumpang perlu dilakukan secara konsisten, termasuk memastikan seluruh persyaratan kelaiklautan kapal terpenuhi sebelum kapal beroperasi.

Menurut Danang, aspek keselamatan tidak boleh hanya menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi laut harus memperkuat langkah pencegahan agar potensi kecelakaan dapat diminimalkan.

“Jangan sampai evaluasi baru dilakukan setelah terjadi musibah. Sistem pengawasan dan pencegahan harus diperkuat sehingga keselamatan benar-benar menjadi bagian utama dari setiap operasional pelayaran,” kata Danang.

Selain faktor teknis kapal, Danang juga menyoroti pentingnya koordinasi antarlembaga dalam memastikan keselamatan pelayaran. Seperti Informasi mengenai kondisi cuaca dan potensi gangguan pelayaran dari BMKG, menurutnya, harus dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat oleh operator maupun pihak terkait.

Ia juga mendorong Kemenhub bersama Basarnas dan BMKG memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat di laut. Mulai dari kesiapan personel, peralatan keselamatan, sistem komunikasi, serta prosedur evakuasi harus dipastikan berjalan efektif ketika terjadi keadaan darurat.

“Koordinasi antarlembaga harus semakin kuat. Informasi cuaca, pengawasan kapal, hingga kesiapan pencarian dan pertolongan harus terintegrasi agar ketika terjadi keadaan darurat, respons bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkas Danang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya