Polri melaksanakan penanaman komoditas bawang putih serentak di 14 daerah di Jawa Barat. (Foto: Dok. Polri)
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menanam komoditas bawang putih serentak di 14 daerah di Jawa Barat sebagai langkah konkret mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan nasional.
Giat penanaman yang dipusatkan di kawasan Cianjur Utara ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, panen raya, serta groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan, aksi nyata Polri ini menyasar sektor krusial mengingat kebutuhan bawang putih nasional mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun, dengan 95 persen di antaranya masih bergantung pada kuota impor.
"Ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Dengan swasembada, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan rakyat, tetapi juga memperkuat martabat Indonesia. Polri bergerak menyukseskan Asta Cita, salah satunya lewat komoditas bawang putih," ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dedi membeberkan, gerakan budidaya bawang putih yang digagas sejak 2025 kini telah merangkul kelompok tani hingga mengikis luas lahan tanam mencapai 948 hektare dengan total estimasi panen basah 9.480 ton.
"Sebanyak 14 Polda dengan 59 Polres telah berpartisipasi aktif. Total lahan ditanam mencapai 279,53 hektare dengan estimasi panen 2.795,4 ton," jelas mantan Kapolda Kalteng tersebut.
Selain di Jawa Barat, pusat gerakan ini juga membentang di kawasan Sembalun, Lombok Timur, NTB. Di sana, Polri melangsungkan penanaman di lahan 120 hektare, panen raya seluas 105 hektare, serta mendirikan Gudang Ketahanan Pangan Polri sebagai sarana pengeringan dan penyimpanan pascapanen.
Sementara di wilayah hukum Polda Jawa Barat, penanaman serentak direalisasikan pada lahan seluas 44,58 hektare dengan proyeksi hasil panen mencapai 445,8 ton.
Untuk mengatasi hambatan teknis di lapangan, Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto memaparkan sejumlah strategi pemetaan masalah, mulai dari penyediaan bibit, pasokan air, hingga kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Guna menggenjot kapasitas SDM, Polri menerjunkan 25 personel tim riset kolaboratif yang menggandeng Bakomsus Pertanian, akademisi, hingga ahli pertanian untuk mengedukasi para petani lokal Jabar.
"Tim ini bertugas mempelajari karakteristik lahan dan pola budidaya untuk ditransfer ke kelompok tani. Dari sisi bibit, kami disokong 1 ton bibit dari PTPN dan swadaya, serta bakal mengembangkan
green house pembibitan," papar Pipit.
Sedangkan untuk persoalan krisis air jelang musim kemarau, Polda Jabar telah menyiapkan skema pipanisasi dan jaringan irigasi buatan di titik-titik lahan budidaya.
"Melalui fasilitas pengairan dan sarana yang dibangun, kita optimistis budidaya bawang putih ini berkelanjutan secara optimal hingga mampu memutus ketergantungan impor," pungkasnya.