Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

FAST Terkoreksi 14 Persen, Pendapatan Tumbuh di Tengah Perbaikan Kinerja

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 13:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I, Rabu 19 Agustus 2026. 

Hingga pukul 12.49 WIB, saham FAST anjlok 14,00 persen atau turun 74 poin ke level Rp456 per saham.

Pada awal perdagangan, FAST dibuka di Rp474. Saham kemudian bergerak dalam rentang Rp452 hingga Rp496. Dengan demikian, posisi Rp456 berada hanya sedikit di atas level terendah perdagangan hari itu.


Pantauan RMOL berdasar data bursa, tekanan jual terhadap FAST tercermin dari aktivitas transaksinya. 

Hingga pukul 12.49 WIB, sebanyak 895.044 saham FAST telah berpindah tangan dalam 12.534 kali transaksi dengan nilai perdagangan mencapai sekitar Rp41,9 miliar. Harga penawaran jual berada di Rp458, sementara harga penawaran beli di Rp456.

Pergerakan tersebut menjadikan FAST salah satu saham dengan penurunan terdalam pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia. Di tengah pelemahan saham, kinerja fundamental perseroan sebenarnya menunjukkan sejumlah perbaikan.

FAST merupakan emiten pengelola jaringan restoran cepat saji KFC dan Taco Bell di Indonesia. Pada kuartal I 2026, perseroan bahkan berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba bersih sekitar Rp13,3 miliar. Pendapatan pada periode tersebut mencapai Rp1,42 triliun, tumbuh 18,59 persen secara tahunan. 

Memasuki semester I 2026, pendapatan FAST kembali tumbuh menjadi sekitar Rp2,78 triliun, dibandingkan Rp2,40 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perseroan masih membukukan kerugian. Berdasarkan laporan keuangan semester I, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp56,74 miliar, turun dibandingkan rugi Rp138,75 miliar pada semester I 2025.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya