Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa bergerak melemah pada perdagangan Selasa 18 Agustus 2026, seiring tekanan pada ekuitas global akibat kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang. Euro STOXX 50 turun 0,9 persen menjadi 6.473, sementara STOXX 600 terkoreksi 0,6 persen ke level 652.

Kenaikan imbal hasil obligasi terjadi di tengah meningkatnya penerbitan utang perusahaan teknologi untuk membiayai investasi kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut turut memperbesar kekhawatiran terhadap defisit fiskal di Amerika Serikat dan zona euro, sekaligus meningkatkan perhatian pasar terhadap arah suku bunga bank sentral.

Tekanan paling besar terlihat pada saham teknologi dan industri yang sensitif terhadap suku bunga. ASML anjlok 5 persen, sementara Infineon Technologies merosot lebih dari 7 persen. Schneider Electric turun 4,5 persen dan Siemens melemah 2,3 persen. Siemens Energy juga terkoreksi sekitar 5,5 persen seiring aksi ambil untung pada saham yang sebelumnya diuntungkan oleh investasi infrastruktur AI.


Di Jerman, indeks DAX 40 turun 0,8 persen menjadi 26.152, sekaligus mencatat penurunan dalam dua sesi berturut-turut. Sentimen pasar turut tertekan oleh ketidakpastian hubungan Amerika Serikat dan Iran yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan inflasi.

Infineon menjadi saham dengan penurunan terbesar di DAX, yakni lebih dari 7 persen. Selain itu, Siemens Energy turun 4,4 persen, sementara Heidelberg Materials, Siemens, Airbus, MTU Aero Engines, dan Continental melemah antara 1,9 persen hingga 3,5 persen. Sebaliknya, SAP naik 1,9 persen, sedangkan Bayer dan Deutsche Telekom masing-masing menguat 1,7 persen.

Tekanan serupa terjadi di Prancis. CAC 40 turun 0,8 persen menjadi 8.509 dan mencatat penurunan selama enam sesi berturut-turut. Kenaikan harga minyak serta imbal hasil obligasi kembali menjadi perhatian utama investor.

Saham perbankan Prancis melemah, dengan BNP Paribas turun 1,6 persen, Crédit Agricole terkoreksi 2 persen, dan Société Générale merosot 2,5 persen. Saham industri juga tertekan, termasuk Airbus yang turun 2,1 persen dan Safran 2,2 persen. Di sektor teknologi, STMicroelectronics anjlok 7,6 persen dan Schneider Electric turun 4,4 persen.

Namun, sejumlah saham justru mampu bertahan. Saham barang mewah kembali menguat setelah terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya. L’Oréal naik 1,6 persen, LVMH bertambah 0,4 persen, dan Hermès menguat 0,7 persen. TotalEnergies juga naik 1,8 persen mengikuti kenaikan harga minyak.

Berbeda dari mayoritas bursa Eropa, FTSE 100 Inggris justru menguat tipis. Kenaikan tersebut terutama ditopang saham energi setelah harga minyak meningkat. BP naik 3 persen dan Shell menguat 2 persen.

Penguatan saham energi mengimbangi tekanan pada perusahaan pertambangan akibat harga emas yang lebih rendah. Fresnillo turun sekitar 3 persen dan Endeavour Mining melemah 2,8 persen. Dari sisi ekonomi, data Inggris menunjukkan tingkat pengangguran bertahan di 4,9 persen dalam tiga bulan hingga Juni, sementara pertumbuhan pekerjaan berada di bawah ekspektasi pasar.

Di Italia, FTSE MIB turun lebih dalam, yakni 1,1 persen menjadi 53.018. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menjadi salah satu faktor utama yang menekan indeks tersebut.

STMicroelectronics kembali menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk setelah anjlok 7,6 persen, sedangkan Prysmian turun 4,9 persen. Saham sektor keuangan seperti FinecoBank, UniCredit, BPER Banca, dan Banco BPM juga melemah lebih dari 1 persen.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya