Berita

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Mendesak Buka Sekolah Darurat di Daerah Terdampak Gempa NTT

400 Bangunan Sekolah Rusak
RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 12:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gempa dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Agustus 2026, menyebabkan sekitar 400 sekolah terdampak. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama pemerintah daerah memastikan proses belajar mengajar bagi anak-anak di wilayah terdampak tetap berjalan.

"Kami menginginkan agar proses belajar mengajar untuk anak-anak kita yang ada di NTT terus berjalan," kata Lalu Hadrian kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026.


Menurutnya, sekolah darurat perlu disiapkan bagi sekolah yang belum dapat digunakan akibat kerusakan gempa. Sekolah darurat dapat berupa tenda maupun memanfaatkan sekolah lain yang tidak terdampak.

"Jumlah sekolah daruratnya ya tentu menyesuaikan. Kalau ternyata sekolah existing-nya masih bisa dilakukan, ya tentu diinventarisir," kata Lalu Hadrian.

Meski begitu, ia tetap mendorong agar proses belajar mengajar dilakukan di sekolah darurat dengan menggunakan tenda atau di sekolah yang tidak terdampak gempa.

Gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan episenter di laut sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mengakhirinya pada pukul 07.41 WIB. Gempa kemudian diikuti sejumlah gempa susulan.

Berdasarkan data yang dihimpun BMKG per Selasa 18 Agustus 2026, sebanyak 608 orang menjadi korban gempa tersebut. Sebanyak 70 orang meninggal dunia, 230 orang luka berat, dan 308 orang luka ringan.

“Adapun korban meninggal dunia sebanyak 70 orang,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman.

Keseluruhan korban tersebut berasal dari enam wilayah di NTT, yakni Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Sementara itu, BNPB mencatat gempa NTT menyebabkan 40.040 warga mengungsi. Sebanyak 11.925 rumah rusak, terdiri dari 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan.

Kerusakan rumah paling banyak tercatat di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya