Berita

Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat dalam Pertemuan Menteri Lingkungan negara-negara anggota BRICS di New Delhi, India, Selasa 18 Agustus 2026 (Foto: Istimewa)

Dunia

Di Forum BRICS, Jumhur Soroti Negara Besar yang Abaikan Tanggung Jawab Iklim

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 08:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat menyayangkan sikap sejumlah negara dengan kekuatan ekonomi besar yang memilih mundur dari tanggung jawab kolektif dalam menangani polusi dan perubahan iklim.

Pernyataan itu disampaikan Jumhur dalam Pertemuan Menteri Lingkungan negara-negara anggota BRICS di New Delhi, India, Selasa 18 Agustus 2026.

Jumhur menyoroti negara-negara berekonomi raksasa yang justru mengurangi komitmen terhadap upaya bersama mengatasi polusi dan perubahan iklim, sementara aktivitas ekonomi mereka masih menyumbang porsi besar terhadap emisi global.


Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam, pencegahan degradasi lingkungan, serta penguatan ketahanan iklim merupakan bagian penting untuk memastikan pembangunan berkelanjutan.

Indonesia, lanjut Jumhur, juga menempatkan perlindungan keanekaragaman hayati darat dan laut sebagai fondasi bagi ekosistem yang sehat, ketahanan iklim, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan lebih dari 60 persen penduduk tinggal di wilayah pesisir, Indonesia berada di garis depan dampak perubahan iklim. Kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, dan bencana terkait iklim berpotensi mengganggu mata pencaharian serta menghambat kemajuan pembangunan.

“Oleh karena itu, bagi Indonesia, adaptasi iklim bukanlah agenda pinggiran. Ini adalah pilar utama pembangunan berkelanjutan dan pengaman bagi kemakmuran nasional kita. Kita telah memberlakukan Rencana Adaptasi Nasional 2026-2030 sebagai peta jalan menuju Indonesia yang tangguh terhadap iklim dan sebagai dukungan terhadap Visi Indonesia Emas 2045,” ujar Jumhur.

Jumhur juga menekankan bahwa penanganan perubahan iklim tidak hanya membutuhkan teknologi dan ilmu pengetahuan modern, tetapi juga pengetahuan tradisional masyarakat. Ia memperkenalkan sejumlah praktik lokal Indonesia, seperti sistem irigasi Subak di Bali, Sasi Lompa di Maluku, dan Awig-Awig di Bali.

“Praktik-praktik ini menunjukkan bahwa hidup selaras dengan alam bukan hanya warisan budaya, tetapi juga alat yang ampuh untuk adaptasi dan ketahanan iklim, khususnya dengan memperkuat pendekatan berbasis masyarakat untuk mengelola air, ekosistem, dan sumber daya alam dalam menghadapi dampak iklim,” sambung Jumhur.

Pertemuan Menteri Lingkungan BRICS diikuti 10 dari 11 negara anggota dan dibuka dengan sambutan Menteri Lingkungan, Kehutanan, dan Perubahan Iklim India Shri Bhupender Yadav.

Agenda yang berlangsung selama dua hari itu turut dihadiri delegasi Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup, antara lain Deputi PPI dan TKNEK Ary Sudjianto, Direktur Kebakaran Lahan Dasrul, Tenaga Ahli Menteri Teguh Santosa, serta Pejabat Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Yudo Sasongko.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya