Berita

Representative Image (Foto: X Harvard University)

Global

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 08:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Universitas Harvard sepakat membayar 53 juta dolar AS atau sekitar Rp947 miliar untuk menyelesaikan gugatan keluarga yang menuding Harvard Medical School (HMS) gagal menjaga jenazah orang-orang terkasih yang didonasikan untuk kepentingan pendidikan dan penelitian medis.

Mengutip laporan BBC, Rabu, 19 Agustus 2026, kesepakatan tersebut diajukan ke pengadilan Boston. 

Penyelesaian perkara berkaitan dengan ulah mantan pengelola kamar jenazah HMS, Cedric Lodge, yang mengaku bersalah mencuri dan menjual bagian tubuh manusia di pasar gelap.


Lodge, 58 tahun, disebut mengambil bagian tubuh dari jenazah yang didonasikan untuk penelitian medis Harvard dan menjualnya secara daring. 

Aksi tersebut diduga berlangsung pada 2018 hingga 2021. Jaksa menuding Lodge memanfaatkan jabatannya sebagai pengelola Anatomical Gifts Program untuk membongkar jenazah para donor.

Dalam surat yang ditandatangani Dekan Fakultas Kedokteran Harvard George Daley dan Dekan Pendidikan Kedokteran Harvard Medical School Bernard Chang, pihak universitas mengecam keras tindakan Lodge.

"Tindakan kriminal Lodge secara moral tercela dan tidak sesuai dengan standar yang diharapkan oleh Universitas Harvard dan HMS dalam perlakuan terhadap donor anatomi dan orang-orang terkasih mereka," isi surat tersebut.

Lodge bersama enam orang lainnya yang tidak memiliki hubungan dengan Harvard didakwa dan mengaku bersalah pada 2025. 

Dia kemudian dijatuhi hukuman delapan tahun penjara pada Desember, sedangkan istrinya dihukum satu tahun satu hari. Keduanya disebut menjual bagian tubuh kepada pembeli di Pennsylvania dan Massachusetts.

Gugatan perdata terhadap Harvard diajukan pada 2023. Para keluarga menilai universitas telah mengabaikan dugaan pelanggaran Lodge selama bertahun-tahun sebelum kasus tersebut terbongkar. 

Setelah sempat ditolak pengadilan negara bagian, gugatan itu dihidupkan kembali oleh Massachusetts Supreme Judicial Court pada tahun lalu.

Jika disetujui pengadilan, dana penyelesaian akan disalurkan kepada keluarga para donor jenazah. 

Mulai tahun akademik 2027-2028, HMS juga akan memberikan beasiswa bantuan keuangan tahunan bagi mahasiswa kedokteran sebagai bentuk penghormatan kepada para donor anatomi.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya