Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Politik

Himapolindo: Kemerdekaan Bukan Sekedar Retorika!

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 02:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia (Himapolindo) menyerukan penguatan persatuan nasional dan menolak segala bentuk aksi anarkisme yang berpotensi memecah belah bangsa di momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seruan tersebut disampaikan Himapolindo yang mewakili aspirasi mahasiswa dari 42 kampus di seluruh Indonesia. Mereka menilai momentum kemerdekaan harus menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi kebangsaan, terutama di tengah dinamika sosial-politik yang semakin kompleks.

Koordinator Pusat Himapolindo, Rosyad Fauzi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), mengatakan kemerdekaan harus dimaknai dengan kerja nyata untuk memperkuat fondasi kebangsaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Pekerjaan rumah kita saat ini yaitu mengisi kemerdekaan dengan sesuatu yang nyata, tidak hanya sekadar retorika untuk mendapatkan atensi dari media dan masyarakat, seperti narasi merebut kemerdekaan. Yang tidak berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rosyad kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut Rosyad, mahasiswa memiliki tanggung jawab menjaga demokrasi tetap sehat sekaligus menjadi bagian dari upaya meredam potensi konflik sosial.

“Kemerdekaan ini diraih dengan persatuan, maka menjaga dan merawatnya adalah tanggung jawab mutlak kita bersama. 42 kampus yang tergabung dalam Himapolindo berkomitmen penuh untuk tetap menjaga iklim demokrasi yang sehat, kondusif, dan damai,” tegasnya.

Himapolindo juga menyoroti pentingnya penyampaian aspirasi secara tertib dan konstitusional. Mahasiswa didorong tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun tidak menggunakan cara-cara yang merugikan masyarakat.

Aji Gilang Santoso dari UPN Veteran Jakarta menegaskan, Himapolindo menolak segala bentuk anarkisme di ruang publik yang berpotensi merusak fasilitas umum maupun meningkatkan gesekan di tengah masyarakat.

“Himapolindo bersama gerakan mahasiswa lainnya sebagai instrumen gerakan politik menilai semua hal yang berpotensi merusak serta merugikan masyarakat harus dicegah dan akan melawan segala bentuk anarkisme di ruang publik yang berpotensi meningkatkan gesekan antarmasyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Saldi dari UIN Alauddin Makassar mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah maupun kondisi penegakan hukum disampaikan berdasarkan data dan melalui jalur yang sah.

Ia juga meminta pemuda dan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memecah persatuan.

“Sekali lagi kami menegaskan bahwa demonstrasi atau aksi turun ke jalan harus tetap mengedepankan etika, ketertiban, dan menjauhi tindakan kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control harus berjalan beriringan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, makmur, dan berdaulat.

“Melalui gerakan refleksi ini, Himapolindo berharap peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control dapat berjalan beriringan bersama pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, makmur dan berdaulat,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya