Berita

Komut Pertamina Mochamad Iriawan di Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto: Humas Pertamina)

Nusantara

Pertamina Kirim Kapal Feri dan Pastikan Stok BBM NTT Aman Pascagempa

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 01:08 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 18 Agustus 2026. Kunjungan dilakukan untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan distribusi energi berjalan lancar setelah gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di NTT.

Dalam kunjungan tersebut, Iriawan juga memberikan apresiasi kepada para pekerja Pertamina yang tetap bertugas di tengah situasi darurat. Ia menyebut para pekerja di lapangan sebagai "pahlawan" yang menjaga pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

"Saya hadir ingin bertemu dengan para pahlawan saya. Ini para pahlawan yang sebagian kecil ada di sini, sisanya ada di lapangan," kata Iriawan.


Iriawan didampingi Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita, Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Hari Purnomo, Corporate Secretary PT PPN Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, EGM PT PPN Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa, GHO PT PPN Jatimbalinus Bimo Sagus, serta sejumlah perwira Pertamina lainnya.

Menurut Iriawan, kunjungannya ke Labuan Bajo sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi dan semangat para perwira Pertamina Group yang bertugas mempertahankan ketersediaan energi di wilayah terdampak gempa, antara lain Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ruteng.

Ia mengapresiasi respons cepat jajarannya ketika akses jalan dari Ruteng menuju Labuan Bajo sempat terputus akibat gempa. Kondisi tersebut membuat truk tangki BBM tidak dapat melintas sehingga Pertamina harus mencari jalur distribusi alternatif.

Mengirim Kapal Feri

Dalam waktu kurang dari dua hari setelah jalur darat terputus, Pertamina mengirim kapal feri yang mengangkut 11 truk tangki BBM menuju Labuan Bajo. Jalur laut dipilih untuk menjaga pasokan sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan BBM di wilayah terdampak.

"Alhamdulillah, itu penolong yang luar biasa sehingga sampai sekarang tidak ada kelangkaan di sini," ujar Iriawan.

Meski pasokan BBM secara umum aman, Iriawan mengatakan permintaan minyak tanah di sejumlah wilayah mengalami peningkatan. Pertamina pun berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait kemungkinan penambahan kuota.

Menurut dia, Gubernur NTT juga telah menyampaikan secara langsung permintaan penambahan pasokan tersebut beberapa jam sebelum kunjungan ke Fuel Terminal Labuan Bajo.

Di sela kunjungannya, Iriawan menyampaikan duka cita kepada para korban gempa di NTT, termasuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal serta keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Ia menegaskan, dalam situasi darurat saat ini, salah satu fokus utama Pertamina adalah memastikan distribusi BBM tidak terganggu, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas penanganan bencana.

Iriawan menyebut Reo sebagai salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah terhadap aset Pertamina akibat gempa. Meski demikian, para pekerja tetap bertugas menjaga pelayanan dan distribusi energi.

"Khusus untuk Reo, memang daerah paling hancur untuk aset kami. Tapi, alhamdulillah anak-anak tetap semangat di sana," jelasnya.

Sebelum meninjau Fuel Terminal Labuan Bajo, Iriawan juga menggelar rapat secara virtual dengan tim Pertamina di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Reo, Ende, Bima, dan Maumere.

Dari laporan yang diterimanya, kondisi pasokan BBM di sebagian besar wilayah tersebut dalam keadaan aman. Bahkan, stok yang tersedia berada di atas batas normal dengan ketahanan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 11 hari sebelum pengiriman berikutnya tiba.

Akses jalur darat dari Reo yang sebelumnya sempat terputus juga kini sudah dapat dilalui kembali. Pulihnya akses tersebut diharapkan semakin memperlancar pengiriman BBM ke wilayah terdampak.

Apresiasi para Pekerja Pertamina

Iriawan kembali mengapresiasi para pekerja Pertamina yang dinilainya mampu mengambil keputusan secara cepat dan mencari terobosan di tengah kondisi darurat. Apresiasi juga diberikan kepada kru kapal yang berhasil membawa pasokan BBM dengan selamat dari Bima menuju Labuan Bajo dan Ruteng.

Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan semangat "Satu Pertamina", yakni solidaritas dan kerja sama antarwilayah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung upaya penanganan dampak bencana di NTT.

Pertamina, lanjut Iriawan, akan terus memantau kondisi pasokan dan distribusi energi di seluruh wilayah terdampak gempa. Perusahaan juga siap bekerja selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat NTT tetap terpenuhi.

"Kami siap bekerja 24 jam untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga," pungkas Iriawan.


Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya