Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Kantor PM Israel)

Global

Israel Diduga Berulang Kali Sabotase Kesepakatan Damai AS-Iran

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 23:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Israel berulang kali berupaya menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati Iran dan Amerika Serikat.

Araghchi mengatakan Israel secara aktif menghambat upaya penyelesaian diplomatik atas perang yang diluncurkan Washington dan Tel Aviv pada 28 Februari. 

Tuduhan itu disampaikan ketika gencatan senjata berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) Iran-AS pada Juni telah berakhir.


“Israel tetap menjadi penentang dan penghalang terbesar bagi implementasi nota kesepahaman,” kata Araghchi, seperti dikutip dari kantor berita IRNA, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut Araghchi, Israel melakukan berbagai upaya untuk mencegah kesepakatan tercapai hingga menghalangi penerapannya. 

“Mereka melakukan segala upaya untuk mencegah tercapainya kesepakatan tersebut, segala upaya untuk menggagalkan kesepakatan ini, dan segala upaya untuk mencegah pelaksanaannya," ujarnya. 

Araghchi juga menyinggung tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Iran menyerah tanpa syarat. 

Menurutnya, tuntutan tersebut pada akhirnya tidak terwujud karena Tehran menerima gencatan senjata dan melakukan negosiasi dengan Washington berdasarkan persyaratan Iran.

“Kamilah yang mengatakan bahwa kami tidak akan menerima gencatan senjata dan melanjutkan perang sampai kami mencapai titik di mana mereka menerima gencatan senjata dan negosiasi dengan syarat-syarat Iran," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka hingga AS memenuhi komitmen dalam MoU, termasuk pencabutan blokade, pembebasan aset Iran yang dibekukan, pencabutan sanksi minyak, serta penghentian ancaman dan operasi militer.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya