Berita

Aksi demonstrasi BEM UI di Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Di Balik Kelancaran Demo BEM UI Ada Sabotase Kopaja dan Mobil Komando

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 21:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengklaim mendapat berbagai bentuk intimidasi saat hendak menggelar aksi unjuk rasa menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kepala Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Muhammad Hafizh Hernanda mengungkapkan, intimidasi pertama yang dialami massa aksi berupa sabotase Moda transportasi armada bus Kopaja yang rencananya akan membawa rombongan.

"Dari awal kami ingin aksi. Dan sebelum aksi, bayangkan, Kopaja kami itu dikooptasi oleh aparat," ujar Hafizh.


Tak berhenti di situ, Hafizh membeberkan adanya dugaan intervensi serta sabotase terhadap penyediaan mobil komando (mokom) pengangkut pengeras suara (sound system). Dari enam penyedia jasa mobil komando yang dihubungi, seluruhnya mendadak membatalkan pesanan secara sepihak.

"Kami sudah mengontak enam mokom, yang ujung-ujungnya mereka semua tidak bisa dengan alasan-alasan tertentu. Akhirnya salah satu driver curhat bahwa mereka diancam dan tidak dibolehkan oleh pihak aparat maupun pemerintahan," ungkap Hafizh.

Ia mengaku maklum dan tidak menyalahkan para sopir armada yang enggan mengambil risiko pekerjaan mereka.

"Saya sendiri tidak menyalahkan driver tersebut, karena mereka memang berada di posisi tidak berdaya," sambungnya.

Akibat hambatan tersebut, massa BEM UI terpaksa beralih menyewa angkutan kota (angkot) untuk menuju titik aksi.

Sementara untuk menggantikan peran mobil komando utama, mereka terpaksa memodifikasi mobil pribadi tua yang dipasangi peralatan pengeras suara rakitan seadanya.

"Bayangkan, untuk mobil komando saja kita dipersulit. Mobil komando yang kami bawa hari ini adalah hasil modifikasi dan buatan kami sendiri," tegas Hafizh.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya