Berita

Tim Human Initiative (HI) melakukan pemantauan di bekas lokasi gempa di Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. (Foto: Human Initiative)

Nusantara

Human Initiative Kirim Bantuan Darurat ke NTT

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 16:49 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta, tim Human Initiative (HI) tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 16 Agustus 2026. 

Tim Human Initiative langsung melakukan kaji cepat untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Selanjutnya, tim menyalurkan bantuan darurat bagi penyintas gempa di Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Pusat gempa diketahui berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. 


BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami dan aktivitas gempa susulan mulai berkurang. Meski demikian, masyarakat di sejumlah wilayah masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

"Tim Human Initiative menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan, air minum, serta perlengkapan rumah tangga dan kebersihan," tulis keterangan Human Initiative, Senin 17 Agustus 2026. 

Bantuan tersebut mencakup mi instan, air minum, minyak goreng, susu, kecap, garam, sabun cuci, dan sikat gigi. 

Selain memenuhi kebutuhan sehari hari, bantuan ini membantu masyarakat menjalani masa tanggap darurat di posko.

Human Initiative mencatat ada tiga wilayah prioritas berdasarkan hasil pemantauan tim, yakni Manggarai dan Manggarai Timur, Nagekeo sebagai wilayah episentrum gempa, serta Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 

Selanjutnya, tim akan melakukan kaji cepat di tiga desa prioritas dan menyalurkan kebutuhan dasar seperti terpal, selimut, matras, hygiene kit, dan sembako. 

Selain itu, tim juga menyiapkan dukungan akses komunikasi darurat melalui Starlink sesuai kebutuhan di lapangan. 

"Mari memperluas dampak kebaikan dan berkolaborasi untuk mendukung masyarakat terdampak gempa melalui solusipeduli.org," pungkas Human Initiative.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya