Berita

Anggota Komisi XII DPR Aqib Ardiansyah. (Foto: Istimewa)

Politik

Pemerintah Didorong Beri Kepastian Hukum Lindungi Kawasan Tanamalia

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 13:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah pusat dan daerah harus hadir dan aktif dalam menyelesaikan persoalan di Blok Tanamalia, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kehadiran pemerintah diperlukan untuk memastikan kegiatan yang telah memiliki izin mendapat kepastian hukum. 

Anggota Komisi XII DPR Aqib Ardiansyah mengatakan, di saat yang sama, aspirasi masyarakat perlu tetap didengar. Katanya, pemerintah perlu menjadi jembatan antara pemegang konsesi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Aqib juga menegaskan, kepastian melalui perizinan resmi juga penting untuk memastikan kegiatan pengelolaan kawasan dilakukan dalam koridor hukum dan memenuhi ketentuan perlindungan lingkungan hidup. 


“Kalau perizinannya sudah terpenuhi, pemerintah harus hadir memberikan kepastian. Kehadiran pemerintah dibutuhkan agar kegiatan eksplorasi berjalan sesuai aturan, tertib, dan tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya,” kata Aqib kepada wartawan, Senin 17 Agustus 2026.

Legislator PAN ini menilai persoalan di lapangan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan administratif. 

Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, perlu membangun dialog yang mempertemukan pemegang konsesi, masyarakat, dan pihak terkait untuk memetakan persoalan serta mencari penyelesaian yang dapat diterima para pihak.

“Masyarakat harus didengar, tetapi pada saat yang sama perusahaan yang sudah memenuhi ketentuan hukum juga harus mendapatkan kepastian untuk menjalankan kegiatannya,” ujarnya.

Aqib juga menekankan kepastian hukum dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan. Kegiatan eksplorasi yang memiliki dasar perizinan harus tetap memastikan pengelolaan lingkungan dilakukan sesuai ketentuan. 

"Termasuk menjaga fungsi kawasan dan meminimalkan potensi dampak terhadap ekosistem serta masyarakat sekitar," ujarnya.

Lebih lanjut Aqib menambahkan, kepastian dan keteraturan di Tanamalia juga penting agar potensi ekonomi kawasan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Luwu Timur dan Sulawesi Selatan. Peluang bagi tenaga kerja, kontraktor, UMKM, dan pelaku usaha lokal perlu dipersiapkan sejak awal.

“Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemegang konsesi menjadi kunci agar pengembangan Tanamalia dapat berjalan secara tertib sekaligus memberikan nilai tambah bagi daerah,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya