Berita

Logo Polri. (Foto: Dok. Polri)

Politik

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 17:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aparat kepolisian didesak untuk menangkap aktor intelektual di balik penyebaran konten hoaks demo Agustus yang berpotensi memicu kegaduhan publik.

Pernyataan tegas itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GP Al Washliyah), Aminullah Siagian. Menurutnya, kepolisian harus menelusuri secara tuntas dugaan aliran dana Rp220 juta dari salah satu lembaga yang telah terungkap dalam penyidikan di Polda Metro Jaya.

"Karena ada lembaga yang pesan konten dan adanya bukti uang Rp220 juta dari salah satu lembaga yang telah diungkap Polda Metro, maka lembaga dan aliran dananya harus diusut. Pihak pendana agar ditangkap karena menimbulkan keresahan publik di tengah ekonomi yang sedang bergolak akibat situasi geopolitik global," ujar Aminullah dalam keterangannya, Minggu, 9 Agustus 2026.


Aminullah mengapresiasi keandalan aparat kepolisian dalam menangkap para pembuat konten di lapangan. Namun, ia menekankan pentingnya penuntasan kasus hingga ke hulu agar tidak berhenti pada pelaku teknis saja.

"Penangkapan para pembuat konten di lapangan adalah langkah yang sangat baik. Kini fokus berikutnya adalah membongkar siapa dalang utama, pemesan, dan pendananya secara transparan, profesional, dan berdasarkan fakta hukum," tegasnya.

Guna mengusut tuntas indikasi transaksi tersebut, Aminullah mendorong penyidik bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Penelusuran aliran dana dinilai menjadi kunci untuk memberikan efek jera bagi pihak yang memanfaatkan ruang digital demi memicu kegaduhan.

"Ruang digital harus menjadi tempat yang sehat dan produktif, bukan sarana menyebarkan fitnah, provokasi, maupun berita bohong," tuturnya.

Di sisi lain, Aminullah mengimbau seluruh kader GP Al Washliyah untuk aktif mengedukasi masyarakat terkait literasi digital, menyaring informasi sebelum membagikannya, serta melaporkan konten provokatif kepada pihak berwenang.

Ia juga menyatakan optimismenya terhadap kinerja Kapolri dan jajaran Polda Metro Jaya dalam membongkar perkara ini secara terbuka dan tuntas.

"Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk menjaga persatuan bangsa serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif," demikian Aminullah.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya